- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
Komnas HAM Temukan Fakta Kekerasan Polisi di Desa Wadas

Anggota Polisi berjaga saat warga yang sempat ditahan tiba di halaman masjid Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (9/2).
Jakarta, VokalOnline.Com - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Beka Ulung Hapsara menyatakan pihaknya menemukan kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah saat melakukan pengamanan pengukuran lahan warga untuk tambang batu Andesit.
Hal itu merupakan temuan sementara pencarian fakta dari tim Komnas HAM yang menerjunkan tim ke Desa Wadas soal peristiwa yang terjadi pada Selasa 8 Februari 2022 lalu.
"Menemukan fakta adanya kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian dalam pengamanan pengukuran lahan warga yang sudah setuju," kata Beka dalam keterangan resminya, Minggu (13/2) di lansir dari cnn indonesia.
Tak hanya itu, Beka juga mendapat informasi beberapa warga sampai saat ini belum pulang ke rumah masing-masing. Sebab, mereka masih merasa ketakutan."Banyak warga dewasa dan anak mengalami trauma," kata Beka.
Beka juga mendapat fakta terjadi kerenggangan hubungan sosial antarwarga yang setuju dan menolak penambangan batuan andesit.
"Tim Komnas HAM RI akan melanjutkan upayanya [hari ini] (Minggu, 13/2/2022) untuk meminta keterangan beberapa pihak terkait lainnya," kata dia.
Diketahui, peristiwa itu bermula ketika aparat bersenjata lengkap dikerahkan ke Desa Wadas untuk mengawal pengukuran kawasan tambang Andesit untuk kebutuhan bendungan Bener, sejak Selasa (8/2) hingga Jumat (11/2) lalu.
Puluhan warga Wadas sempat ditangkap aparat. Beberapa di antaranya merupakan anak-anak dan orang lanjut usia. Meski demikian, mereka kemudian dibebaskan.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Beraksi di Klinik Agung, Pelaku Curanmor Ditangkap 0
- Hendak Serang Bodrex Makassar, 6 Anggota Geng Motor Ditangkap0
- AS Tarik Pasukan dari Ukraina saat Ancaman Invasi Rusia0
- Sat Narkoba Polres Rohul bekuk pemain Narkotika jenis Sabu di Ujungbatu 0
- Sejumlah Desa di Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir0
_Black11.png)









