- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
Korban Binomo Ancam Demo Jika Indra Kenz Tak Segera Disidang

Korban aplikasi Binomo mendesak agar Indra Kenz segera disidang di pengadilan.
Jakarta, VokalOnline.Com - Korban penipuan investasi Binary Option Binomo mendesak Kejaksaan Agung untuk segera membawa Indra Kenz ke pengadilan untuk disidang. Para korban berencana menggelar unjuk rasa. Diketahui, Kejaksaan Agung baru saja mengembalikan berkas perkara Indra Kenz yang diajukan Polri untuk dilengkapi.
"Korban juga dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo di Kejaksaan Agung untuk mendesak segera berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum," kata Kuasa hukum korban Binomo, Finsensius Mendrofa lewat keterangan tertulis, Jumat (17/6).
Finsensius mengatakan korban Binomo siap memberikan data atau dokumen pendukung jika penyidik membutuhkan sehingga berkas perkara itu dinyatakan P21 atau lengkap.
Diketahui masa penahanan Indra Kenz akan berakhir pada 24 Juni mendatang. Tersangka penipuan trading itu telah ditahan sejak 25 Februari dengan jangka waktu penahanan 120 hari.
"Apabila Tersangka Binary Option ini bebas maka ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia apalagi kejahatan digital ini adalah musuh bersama kita," ujar Finsensius.
Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan saat ini Jaksa Penyidik Jampidum Kejaksaan Agung dan penyidik Bareskrim Polri sedang berkoordinasi secara intens terkait perkara Indra Kenz.
Tindakan ini juga berlaku terhadap berkas tersangka lainnya yakni, DS, PT FAP dengan HS sebagai terlapor, PT TGK, dan PT DPA. "Silakan intensifkan koordinasi antara penyidik dan penuntut umum, itu menjadi prioritas kita untuk diselesaikan," kata Ketut.
Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan/atau penipuan, perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait aplikasi Binomo.
Indra memiliki kaitan langsung dengan Binomo. Ia direkrut untuk menjadi affiliator dan mempopulerkan aplikasi investasi bodong.
Selain itu, polisi juga sempat menyita sejumlah aset mewah milik Indra Kenz lainnya. Misalnya seperti mobil Tesla, dua bidang tanah di Deli Serdang, Sumatera Utara. Kemudian, ada beberapa unit rumah di Medan.
Polisi juga menyita tanah yang akan dibangun menjadi rumah mewah di kawasan Alam Sutera, Tangerang.**vol/jn
Berita Terkait :
- Hotman soal Dipolisikan Kasus Pencemaran Nama Baik: Hal Sepele0
- Mulai Uji Coba, Stasiun Matraman Beroperasi Sepekan0
- Akhirnya, Gerombolan Pemotor Brutal di Pekanbaru Ditangkap Polisi0
- Ridwan Kamil Disambut Tepuk Tangan Saat Hadir di Sentul Bersama Jokowi0
- Jaksa Tetapkan Indra Mukhlis Adnan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal0
_Black11.png)









