- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional

Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, H.E. Dagmar Gonzalez untuk membahas perkembangan situasi terkini di Kuba sekaligus memperkuat prospek hubungan bilateral kedua pihak.
Kunjungan Dubes Kuba tersebut disambut langsung oleh Ketua BKSAP DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat pada Rabu (18/2/2026). Syahrul Aidi usai pertemuan menjelaskan, pertemuan ini digelar lantaran Duta Besar Kuba ingin menyampaikan kondisi yang tengah dialami Kuba akibat kebijakan embargo dari Amerika Serikat. Dampak kebijakan tersebut, ungkapnya, berpengaruh besar terhadap ketersediaan energi di Kuba.
“Tentu kondisinya sekarang Kuba tidak memiliki bahan bakar karena mereka hanya bisa memproduksi bahan bakarnya lebih kurang 30 persen” kata Syahrul Aidi.
Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, saat ini Kuba hanya mampu memproduksi sekitar 30 persen kebutuhan minyak dan gas dari dalam negeri serta sekitar 10 persen dari energi terbarukan seperti tenaga surya. Selebihnya, terangnya, yakni sekitar 60 persen kebutuhan energi nasional sebelumnya dipenuhi melalui impor.
Ia pun menilai, krisis bahan bakar dapat berpengaruh pada operasional rumah sakit, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. “Ini akan mengakibatkan orang sakit yang tidak tertolong, kemudian kebutuhan sehari-hari tidak akan terpenuhi. Mereka minta dukungan dari kita dalam bentuk keprihatinan kita,” ujarnya.
Sebagai wujud kepedulian, mewakili BKSAP, Syahrul Aidi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang tengah dihadapi rakyat Kuba. Ia pun akan berkoordinasi dan mendesak Kementerian Luar Negeri memberikan dukungan dari Indonesia, baik dalam bentuk dukungan moral, hubungan diplomatik, maupun penyampaian keprihatinan melalui forum-forum internasional.
Mengakhiri pernyataannya, BKSAP berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan membuka ruang komunikasi lebih lanjut dengan pihak Kuba dalam rangka memperkuat solidaritas antar kedua negara. (**)
Berita Terkait :
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Transaksi di PayPal Bisa Bayar Pakai Uang Kripto0
- Khofifah Minta Warga Jatim Untuk Tidak Mudik0
- Rumah Mewah Kedoya Jadi Incaran Pencuri Karena Adanya Plang \'Dijual\'0
- Kubu AHY Yakin Kemenkumham Akan Objektif Jelang Penentuan Nasib0
_Black11.png)









