- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Langkah Mudah Agar Tanaman Hias Sering Berbunga

Ilustrasi. Beberapa cara mudah agar tanaman hias sering berbunga (foto: Kompas.com)
Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Memiliki tanaman hias senantiasa memberikan tampilan yang asri dan segar. Tanaman hias juga berfungsi untuk mempercantik rumah dengan meletakkannya sebagai dekorasi di ruangan, teras, atau halaman.
Cobalah untuk memilih tanaman hias yang sesuai dengan desain rumah Anda. Ada banyak tanaman hias yang bisa Anda pertimbangkan, mulai dari tanaman hias berukuran kecil hingga sedang, dari yang berbunga hingga yang berdaun saja. Jika Anda menyukai jenis tanaman hias yang berbunga, tentu memerlukan perhatian ekstra. Sebab, tanaman hias itu daya tariknya terletak pada bunganya yang mekar dan rimbun.Agar tanaman hias sering berbunga sesuai yang diinginkan, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba sebagaimana dikutip dari buku Galeri Tanaman Hias Bunga.
1. Media Tanam
Kebutuhan media tanam untuk masing-masing tanaman hias akan berbeda. Harus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing tanaman hias. Namun, secara umum media tanam harus cukup mengandung unsur hara, tidak terlalu padat, aerasi baik, bersifat porous, mampu menahan pertumbuhan akar, serta tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
2. Penyiraman
Semua tanaman hias secara alami membutuhkan air untuk hidup dan tumbuh. Namun, perlu diingat bahwa setiap tanaman hias membutuhkan penyiraman dengan frekuensi dan kadar air yang berbeda-beda pula.
Bila terdapat 2 tanaman hias yang sama, tapi satu ditanam di dalam pot, sedangkan yang lain ditanam langsung di tanah, maka kebutuhan air dan frekuensi penyiramannya berbeda. Tanaman yang ditanam dalam pot akan membutuhkan frekuensi penyiraman yang lebih sering dibandingkan bila tumbuh langsung di tanah. Namun, kuantitas atau kadar air yang diberikan justru lebih sedikit.
Penyiraman secara teratur, tidak berarti harus menyiram tanaman sebanyak 2 hari sekali atau sehari sekali. Acuan dalam penyiraman teratur, yaitu upaya agar kondisi tanah tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah. Untuk mengetahui waktu penyiraman tanaman yang tepat dapat lakukan dengan melihat tingkat kelembapan media tanam dengan cara memasukkan jari tangan pada media tanam, lalu rasakan tekstur tanah. Bila tanah terasa kering, maka harus segera diberi air.
3. Pemupukan
Secara umum, pupuk yang sebaiknya berikan adalah yang mengandung unsur makro dan mikro. Pada saat masih muda, sebaiknya tanaman hias diberikan pupuk dengan kandungan nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seimbang. Namun, setelah dewasa dan memasuki waktu berbunga, sebaiknya tanaman hias diberikan pupuk dengan kandungan P dan K yang tinggi untuk merangsang terbentuknya bunga.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Kehadiran gulma pada tanaman hias bunga dapat menghambat penyerapan unsur hara. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pengendalian gulma untuk mencegah gangguan hama dan penyakit pada tanaman hias.Penggunaan media non tanah merupakan solusi yang dapat dipilih karena dapat mengurangi tumbuhnya gulma pada tanaman yang ditanam dalam pot. Selain itu, Anda dapat melakukan pengendalian secara kimiawi dengan cara memperhatikan gejala serangan hama atau penyakit, kemudian menentukan jenis pestisida yang tepat apabila tanaman yang dimiliki berjumlah banyak.
5. Pemangkasan
Pada tanaman hias bunga, pemangkasan dilakukan untuk dua tujuan, yaitu pembentukan tajuk dan pembungaan. Dengan pemangkasan yang teratur, diharapkan bentuk tajuk menjadi lebih kompak dan dapat dibentuk sesuai selera. Tidak ada aturan yang baku dalam pemangkasan ini. Namun, sebaiknya pemangkasan dilakukan pada cabang yang bertumpuk, berimpitan, atau bersilangan.
Jika dibiarkan, cabang-cabang ini akan membuat bentuk tanaman hias menjadi kurang indah. Selain tampilan menjadi kurang menarik, cabang yang demikian juga berpotensi sebagai tempat bersarangnya serangga. Sementara, untuk tujuan pembungaan, pemangkasan biasanya dilakukan pada akar tanaman hias bunga yang ditanam di dalam pot atau wadah. Akar yang sudah tua dan berwarna hitam kecokelatan, bisa Anda pangkas untuk menumbuhkan akar-akar muda.
(agn)
Berita Terkait :
- Hindari Jenis Makanan ini Bagi Penderita Bipolar0
- Bintang Film G30S/PKI Wawan Wanisar Meninggal Dunia0
- Keluarga Merespons Rumor Ayus Akan Menikahi Nissa Sabyan0
- George R.R. Martin Perpanjang Kerja Sama dengan HBO0
- Masyarakat RTH Rohul minta Camat Ari Gunadi jadi Kadis Pariwisata 0
_Black11.png)









