- Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengecekan Lahan Jagung
- Ketua Yasrah Buka Suara Soal Kritik Mahasiswa terhadap Pembangunan Unilak
- Peluncuran Buku Karmila Sari Jadi Ruang Refleksi Politik Perempuan
- Sinergi dengan RAPP Buahkan Akreditasi Unggul untuk Prodi TPK UNRI
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Satgas PKH Ditantang, Eks Kebun PT SAL Masih Dihuni Pekerja dan Security Lama
- Sekolah Perlu Pahami Hak dalam Pemberitaan, JMSI Inhu Gelar Sosialisasi Advokasi Pers
- Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuk Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya
- Buktikan Janji dengan Kerja Nyata, Rubah Keluhan Warga Jadi Rasa Bangga
Lewat Kajian Dan Pertimbangan, Pembangunan USB SMAN 17 Dihentikan Sementara

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Terkait tersebarnya berita yang kurang pas dengan keadaan yang sesungguhnya, membuat pihak Disdik Riau selaku panitia proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 17 Pekanbaru yang terletak di Jalan Fajar Ujung Kelurahan Bandar Serai Kecamatan Payung Sekaki, akhirnya angkat bicara
Kabid Pembinaan SMA Disdik Riau Pahmijan, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan SMAN 17 putus kontrak.
“Pelaksanaan pembangunan SMAN 17, sudah putus kontrak, penyebabnya adalah habisnya masa kontrak yang sudah ditetapkan,” jelas Pahmijan pada Rabu (07/02/2024) lewat sambungan telepon selulernya.
Lanjutnya, pembangunan SMAN 17 akan dilelang ulang setelah capaian kerja pelaksana pertama ditetapkan oleh Inspektorat.
“Pembangunannya akan tetap dilanjutkan dengan pelelangan ulang dengan menggunakan APBD 2024 mendatang, setelah progres pembangunan oleh pihak pelaksana pertama ditentukan oleh Inspektorat Provinsi Riau.Insya allah tahun , ini pemenang lelang sudah mulai bekerja.
Jadi jika dikatakan pembangunan USB SMAN 17 disebut mangkrak, rasanya kurang tepat bahasanya, padahal realita di lapangan tidak seperti itu", pungkas Bang Mijan panggilannya dilingkup awak media.
Tambah Bang Mijan, selain nanti akan dinilai speknya oleh Inspektorat, pihaknya bersama pelaksana juga meminta ahli yang independent untuk ikut menilai bobot kerja yang sudah dikerjakan oleh pelaksana pertama.
"Agar lebih transparan, panitia, pelaksana pertama dan ahli yang independent sepakat bersama sama menghitung bobot kerja yang sudah dicapai, dengan harapan agar tidak ada permasalahan dikemudian hari dan bagi pelaksana selanjutnya dapat memulainya tanpa hambatan," tutupnya.(Tim)***Vol (Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









