- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Lewat Kajian Dan Pertimbangan, Pembangunan USB SMAN 17 Dihentikan Sementara

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Terkait tersebarnya berita yang kurang pas dengan keadaan yang sesungguhnya, membuat pihak Disdik Riau selaku panitia proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 17 Pekanbaru yang terletak di Jalan Fajar Ujung Kelurahan Bandar Serai Kecamatan Payung Sekaki, akhirnya angkat bicara
Kabid Pembinaan SMA Disdik Riau Pahmijan, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan SMAN 17 putus kontrak.
“Pelaksanaan pembangunan SMAN 17, sudah putus kontrak, penyebabnya adalah habisnya masa kontrak yang sudah ditetapkan,” jelas Pahmijan pada Rabu (07/02/2024) lewat sambungan telepon selulernya.
Lanjutnya, pembangunan SMAN 17 akan dilelang ulang setelah capaian kerja pelaksana pertama ditetapkan oleh Inspektorat.
“Pembangunannya akan tetap dilanjutkan dengan pelelangan ulang dengan menggunakan APBD 2024 mendatang, setelah progres pembangunan oleh pihak pelaksana pertama ditentukan oleh Inspektorat Provinsi Riau.Insya allah tahun , ini pemenang lelang sudah mulai bekerja.
Jadi jika dikatakan pembangunan USB SMAN 17 disebut mangkrak, rasanya kurang tepat bahasanya, padahal realita di lapangan tidak seperti itu", pungkas Bang Mijan panggilannya dilingkup awak media.
Tambah Bang Mijan, selain nanti akan dinilai speknya oleh Inspektorat, pihaknya bersama pelaksana juga meminta ahli yang independent untuk ikut menilai bobot kerja yang sudah dikerjakan oleh pelaksana pertama.
"Agar lebih transparan, panitia, pelaksana pertama dan ahli yang independent sepakat bersama sama menghitung bobot kerja yang sudah dicapai, dengan harapan agar tidak ada permasalahan dikemudian hari dan bagi pelaksana selanjutnya dapat memulainya tanpa hambatan," tutupnya.(Tim)***Vol (Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









