- Aiptu Hendrick Turun ke Kebun, Polri Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan Desa
- Polsek Rengat Barat Kawal Program Ketahanan Pangan dari Pertanian hingga Perikanan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
- Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
- Donor Darah ke-75, KDD Riau Komplek Perkuat Tradisi Kemanusiaan Selama Dua Dekade
- Agrinas Serahkan Puluhan Hewan Kurban, Perkuat Hubungan Sosial di Wilayah Kebun Sawit
- Bripka Erwin Berdiskusi dan Bercengkrama, Menjaga Ketahanan Pangan Desa
- POC Indonesia Chapter Riau Resmi Dikukuhkan, Davidcy Terpilih sebagai Ketua
- Beasiswa Vokasi Berkurang, DPR Minta Pemerintah Kembalikan Prioritas Pendidikan Terampil
- Luncur Buku Karya Dodi Irawan, Satupena Riau Dukung Lahirnya Karya Penulis Muda Riau
Mahfud MD Tegaskan Putusan MK soal Cawapres Salah: Saya Tidak Suka

Mahfud MD dan Ganjar buka suara soal putusan MK terkait usia cawapres.
Jakarta, VokalOnline.Com - Menko Polhukam Mahfud MD mengaku tidak suka dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat usia pendaftaran capres-cawapres. Bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 itu mengatakan putusan MK itu salah secara fundamental.
"Saya tidak suka karena sebelumnya saya sudah bilang itu tidak benar. Iya salah, secara fundamental," kata Mahfud dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan YouTube Mata Najwa, Kamis (19/10).
Eks Ketua MK ini menjelaskan MK adalah lembaga negative legislator, sehingga secara teoritis tidak boleh memutus perkara itu.
Namun, begitu telah ada diputuskan, ia menyebut juga ada dalil yang menyatakan putusan MK final dan mengikat.
"Secara teoritis tidak boleh memutus itu, karena MK itu negative legislator. Tapi begitu itu diputus, ada juga dalilnya. Bahwa setiap putusan MK anda suka atau tidak suka, itu mengikat, final. Kan itu sudah," katanya.
Meski dinilai salah, ia mengatakan hakim MK tidak bisa dipidana karena putusannya. Mahfud mengatakan hakim hanya bisa dilaporkan ke Dewan Etik.
"Itu bukan tindak pidana loh, bukan lalu ditangkap-tangkap gitu. Memutus itu bukan tindak pidana. Ya Dewan Etik, kan sudah ada," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung soal asas nemo judex in causa sua. Sejumlah pihak sebelumnya mempersoalkan putusan MK lantaran Ketua MK, Anwar Usman adalah adik ipar Presiden Joko Widodo.
Sementara Putra Jokowi, Gibran Rakabuming, dinilai menjadi pihak yang berpeluang maju di Pilpres 2024 imbas putusan MK itu.
"Itu ada dalilnya, tidak boleh orang ada hubungan keluarga itu mengadili. Dalilnya itu nemo judex in causa, tidak boleh orang mengadili hal-hal yang ada kaitan kekeluargaan, kaitan dengan kepentingan diri sendiri. Tidak boleh," katanya.
Ganjar buka suara
Di acara yang sama, bakal calon presiden Ganjar Pranowo mengklaim tak terpengaruh dengan putusan MK tersebut.
"Saya enggak ada pengaruh apa-apa. Sama sekali. Kita sudah percaya dari awal siapapun aktor tertentu yang nanti akan menjadi pejabat tertentu buat saya silahkan. Itu hak," kata Ganjar.
Meski begitu, Ganjar mengatakan masyarakat menyaksikan bahwa terjadi kekeliruan yang dilakukan MK dalam mengabulkan gugatan mengenai syarat capres-cawapres.
"Enggak ada banding enggak ada kasasi ya sudah. Suka tidak suka. Nah sekarang apa yang terjadi. Yang terjadi sekarang proses oh menurut kami atau masyarakat yang menilai tidak benar, keliru lho. Maka prosesnya apa, tindakan etik," ujarnya.
Ganjar menegaskan dirinya tak terganggu dengan putusan MK tersebut. Ia pun berharap kontestasi politik nasional tahun depan dapat berjalan sehat.
"Jadi sebenarnya saya terganggu enggak? Maaf kami sama sekali tidak terganggu," tuturnya.
Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan syarat pendaftaran capres-cawapres berusia minimal 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah.
Berdasarkan putusan itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang berusia 36 tahun, berpeluang maju dalam Pilpres 2024. Gibran disebut-sebut sebagai salah satu kandidat cawapres bagi Prabowo Subianto.(fit)**
Berita Terkait :
- Prabowo Minta Bertemu Megawati Usai Pilih Gibran Jadi Cawapres0
- Bantuan dari Mesir Masuk Jalur Gaza, AS Desak Perbatasan Tetap Terbuka0
- Perang vs Hamas Memanas, Israel Bombardir Masjid Tepi Barat Palestina0
- Presiden Jokowi Resmikan Gedung RSIS Surabaya0
- Pesan Jubir Prabowo: Jangan Hina Ganjar dan Anies0
_Black11.png)









