- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
Majelis Zikir LAMR Doakan Kedamaian di Rempang Galang

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Majelis Zikir Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Selasa malam (12/9), melantukan doa untuk kedamaian di Rempang Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Diharapkan ada jalan keluar terbaik bagi antar pihak yang terlibat.
"Majelis Zikir kita pada bulan ini, memang diwarnai situasi emosi yang lebih khusus. Pertama, karena sekarang adalah Rabu terakhir bulan Shafar yang menurut sejumlah ulama adalah saat diturunkannya bala. Kedua, dalam beberapa hari ini, ada kejadian memilukan di Rempang, " kata Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, saat mengelu-elukan majelis yang rutin dilaksanakan setiap bulan sejak setahun terakhir.
Hadir dalam acara tesebut adalah sejumlah pengurus LAMR, termasuk Ketum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, sejumlah anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PERI) Riau, dan santri dari Pondok Pesantren Kampung Dzikir Madani.
Tampil sebagai penceramah adalah Dr HM Fakhri M.Ag. Sedangkan zikir dipimpin Tuan Guru Khalifah Mukhtarul Abady, pimpinan Majelis Baitus Salikin Naqsabandiyah al Kholidiyah.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, dua kali terjadi bentrokan antara warga Rempang dengan aparat tim gabungan. Masyarakat menolak relokasi kampung tua Melayu di kawasan tersebut yang hendak dijadikan kawasan stategis nasional dengan berbagai usaha terutama pabrik kaca oleh investor dari Cina.
"Terlepas dari latar belakangnya, ada peristiswa kemanusiaan di sana yang perih baik ditinjau dari fisik maupun psikologi, misalnya anak-anak sekolahnya yang terdampak gas air mata aparat, " kata Datuk Seri Taufik. Ia menambahkan, masing-masing pihak masih terlihat bersikukuh pada apa yang mereka yakini.
Oleh karena itu, kata Taufik, selain ikhtiar, berdoa amat diperlukan sehingga diberi jalan keluar oleh Yang Mahabesar. Apalagi sesungguhnya, doa adalah senjata orang beriman.
Sejumlah peserta zikir mengatakan, cukup terkesan dengan kegiatan yang dilaksanakan sekitar 20 menit, di luar syarahan agama tersebut. "Itu tadi, Ratib Hadat yang antara lain untuk tolak bala sekaligus untuk kedamaian di Rempang, " ujar Datuk Seri Taufik, mengulangi ucapan pimpinan zikir, Tuan Guru Khalifah Mukhtarul Abady, kepadanya.
Sebelumnya, LAMR Provinsi Riau, telah mengeluarkan sikap terhadap bentrokan di Rempang itu. Di antaranya, LAMR menyesalkan refresif tim gabungan terhadap warga yang menolak relokasi. Selain itu, pemerintah tidak mengintidatif dalam menyelesaikan perkara dengan masyarakat, tetapi harus melalui musyawarah.**
Berita Terkait :
- Gandeng Ormas dan Pemdes, Polisi di Inhu Sosialisasikan Bahaya Narkoba Hingga ke Desa0
- Persiapan Ops Mantap Brata, Ratusan Personel Polres Meranti Ikuti Latihan Dalmas Sispamkota0
- Waspadai Kadi Liar Di Rohil,Kemenag Rohil,Drs.H.Naini Segera Turun Tangan0
- Tahanan Lapas Kelas II A Bengkalis kabur 0
- Algojo Kampungan,Diorder Membunuh Dengan Upah Dua Juta Rupiah,Kini Huni RTP Polres Rohil0
_Black11.png)









