- Bawa Sabu 23,51 Gram, Pemuda Asal Bukit Lingkar Ditangkap Polsek Batang Cenaku
- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
Masyarakat keluhkan Layanan RSUD Siak Sangat Buruk, Anak Meninggal Dalam Kandungan

Siak, VokalOnline.Com - Rifki sangat terpukul mendengar anak di dalam kandungan istrinya, Rani Megawati (34) meninggal dunia. Diperkirakan bayi itu meninggal di dalam kandungan pada Jumat (26/7) kemarin.
Hal itu diketahui awalnya saat Rifki mengecek kondisi kandungan istrinya yang sudah berusia 8 bulan ke Puskesmas Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Saat itu kondisi bayi didalam kandungan tidak bergerak lagi. Jantung si bayi tidak berdenyut lagi.
"Nah, pihak Puskesmas pun memberikan rujukan ke RSUD Tengku Rafian Siak. Agar istri saya cepat ditangani," kata Rifki, warga Banjar Seminai Dayun ini kepada awak media, Sabtu (27/7).
Namun sayangnya, sesampainya istri Rifki di RSUD Siak, tidak ditangani dengan serius. Bahkan disuruh pulang karena telat mendaftar.
"Saya disuruh pulang. Karena kata petugas telat mendaftar. Saya datang ke RSUD jam 11.30 WIB pada Jumat kemarin. Sementara kata petugas pada Jumat-Sabtu pelayanan buka sampai jam 11.00 WIB," ujar Rifki.
Terpisah, Direktur RSUD Tengku Rafian Siak, dr Hartini tidak membantah bahwa Rifki memang telat mendaftar pada Jumat kemarin.
"Iya. Dia memang telat mendaftar. Apalagi waktu itu dia mendaftar ke Poliklinik. Mestinya ke ICU," kata Hartini kepada awak media.
Sayangnya petugas Poliklinik pun tidak mengarahkan. Hingga pada akhirnya Rifki dan istri balik ke rumah tanpa mendapatkan pelayanan dari RSUD.
"Saya juga heran, kenapa pihak Puskesmas tidak langsung bikin rujukan langsung ke ICU. Kok ke Poliklinik pula. Yang bersangkutan sempat WA saya pada Jumat kemarin. Namun, saya menjawab hanya normatif. Saya pikir tidak seperti ini kejadiannya," ujar Hartini.
Berita Terkait :
_Black11.png)









