- Bukan Sekadar Bela Diri, SMP SR 3 Pekanbaru Tanamkan Disiplin dan Sportivitas
- JADWAL BERUBAH! Karate Kid 3 Riau Open 2026 Resmi Digelar 3-4 Oktober di Gelanggang Remaja Pekanbaru
- Bawa 10 Atlet Bertanding, Dojo Pasir Putih Targetkan Juara di Kejuaraan Karate Kid 3 Pekanbaru
- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
Megawati Tak Puas Jokowi Sebut Stunting Turun: Harus Tidak Ada, Titik

Megawati bersama Presiden Joko Widodo.
Jakarta, VokalOnline.Com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kondisi stunting atau kekerdilan di Indonesia saat ini. Menurutnya, kasus stunting seharusnya tidak sekadar mengalami penurunan, tetapi tidak boleh terjadi lagi di Indonesia.
"Pak Jokowi bilang stunting sudah mulai ada penurunan, buat saya, saya tidak puas. Stunting harusnya tidak ada di republik ini dengan anemia. Titik. Bisakah itu dilakukan? Tentunya bisa," kata Megawati dalam webinar 'Mencegah Stunting untuk Generasi Emas' yang digelar Tribunnews, Kamis (17/3). dilansir dari cnn indonesia. Ia menyampaikan, masalah pencegahan stunting bukan terkait anggaran, melainkan tentang cara komunikasi pemangku kebijakan kepada masyarakat.
Menurutnya, pejabat publik seharusnya memberikan arahan kepada masyarakat dengan kalimat sederhana mengenai cara untuk memenuhi nutrisi anak sebagai langkah pencegahan stunting.
"Saya selalu diomongkan, kalau orang miskin duitnya nggak ada. Tapi coba, kamu punya kebun tidak? Mengapa tidak ditanam di kebon itu hal-hal yang praktis untuk jadi makanan, misalnya sawi, kangkung, bayam, itu kan mudah," kata Megawati. Sebagai informasi, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada 2024 mendatang alias turun dari angka stunting 24,4 persen pada 2021.
Jokowi menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sebagai pelaksana percepatan penurunan angka stunting nasional. BKKBN pun harus memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran untuk menurunkan angka stunting.**vol/jn
Berita Terkait :
- Diundang Anak Buah Mahfud, KPU Tegaskan Komitmen Gelar Pemilu 20240
- Sita Tanah Rp7,8 M, Polisi Khawatir Indra Kenz Alihkan Aset0
- Pangdam Sriwijaya Lepas 400 Prajurit TNI Disebar di 17 Kabupaten Papua0
- Ratusan Warga Kendal Berebut Vaksin Demi Dapat Minyak Goreng Gratis0
- Protes Toa Musala, Warga Sempat Ribut di Jalan Pemuda Pekanbaru0
_Black11.png)









