- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Menulis Perubahan, Menggerakkan Harapan: BukuKeempat Rizky Fauzi

VokalOnline.Com – Sebagai seorang akademisi, dosen, dan penulis yang dikenal konsisten mengangkat tema kepemimpinan, organisasi, dan perubahan sosial, Rizky Fauzi kembali menghadirkan karya terbarunya yang keempat berjudul Pejuang Perubahan. Buku ini menjadi kelanjutan dari jejak kepenulisannya setelah What Next After Resign (2018), The Good Founder (2021), dan Cerita Membangun Organisasi Kemahasiswaan (2023). Jika buku-buku sebelumnya banyak berbicara tentang transformasi personal dan organisasi, maka buku keempat ini bergerak lebih luas: mencatat dinamika perubahan dalam panggung demokrasi nasional.
Pejuang Perubahan merekam perjalanan politik pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam kontestasi Pilpres 2024. Buku ini disusun secara kronologis, dimulai dari deklarasi awal oleh Partai NasDem, terbentuknya Koalisi Perubahan, dinamika dukungan partai-partai seperti Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa, hingga proses pendaftaran resmi ke Komisi Pemilihan Umum. Tidak hanya itu, buku ini juga mengulas strategi kampanye kreatif seperti “DESAK ANIES”, “SLEPET IMIN”, hingga gerakan relawan yang memperkuat narasi perubahan di berbagai daerah Indonesia.
Yang menarik, buku ini bukan sekadar dokumentasi politik, tetapi refleksi tentang makna perubahan itu sendiri. Rizky Fauzi menulis dengan gaya naratif-analitis—menggabungkan data, peristiwa lapangan, serta pandangan pribadi sebagai akademisi yang terlibat mengamati langsung dinamika tersebut. Ia menekankan bahwa perubahan tidaklah lahir dari wacana semata, melainkan dari partisipasi aktif masyarakat, keberanian bersuara, serta konsistensi dalam memperjuangkan gagasan.
(1).png)
Sebagai penulis yang memiliki visi hidup, “Jika memulai karena Allah, jangan menyerah karena manusia,” Rizky Fauzi mendedikasikan buku ini untuk generasi muda Indonesia. Pejuang Perubahan bukan hanya catatan sejarah politik, tetapi juga pesan moral bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan, literasi, dan keberanian. Buku ini menjadi penanda kedewasaan intelektual Rizky Fauzi dalam menulis—dari membangun diri, membangun organisasi, hingga merekam perjuangan membangun bangsa.
#pedjuangperubahan #bukubaru #aniesbaswedan #rizkyfauzi
Berita Terkait :
_Black11.png)









