- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- DPRD Pekanbaru Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas,
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
Minat Investasi Generasi Muda di Riau Terus Meningkat, BEI Fokus Sasar Kampus

Kepala BEI Perwakilan Riau, Emon Sulaeman/Bisnis
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Minat masyarakat Riau, khususnya generasi muda (Gen Z), untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan peningkatan signifikan pascapandemi Covid-19. Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Riau mencatat, jumlah investor di Bumi Lancang Kuning kini mencapai sekitar 310.000 orang, naik pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BEI Perwakilan Riau, Emon Sulaeman, mengungkapkan bahwa pertumbuhan terbesar terjadi setelah pandemi, seiring meningkatnya literasi keuangan dan kemudahan akses investasi digital.
“Pada 2022 lalu peningkatan investor sekitar 20.000 orang sepanjang tahun. Sementara hingga September 2025, jumlah investor baru telah bertambah lebih dari 57.000 orang. Ini merupakan lonjakan yang luar biasa,” jelasnya, Kamis (9/10/2025).
Emon menuturkan, Riau kini menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan investor pasar modal tertinggi di wilayah Sumatra. Peningkatan ini didorong oleh kegiatan edukasi dan inklusi keuangan yang masif, terutama di lingkungan kampus dan lembaga pendidikan.
“Potensi investor baru di Riau sangat besar. Karena itu, kami fokus memperluas program literasi di kalangan mahasiswa. Saat ini terdapat 31 Galeri Investasi (GI) yang aktif, dan dalam waktu dekat akan bertambah satu lagi menjadi 32 GI,” ungkapnya, dikutip dari Bisnis.com.
Empat kampus telah bergabung sebagai mitra baru GI BEI pada tahun ini, yakni Universitas Dumai, Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin, Universitas Pelalawan, dan Yayasan Ayo Mengaji Pekanbaru. Selain itu, BEI juga menjajaki kerja sama dengan SMK Al Huda Pekanbaru untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini.
Menurut Emon, sinergi dengan perguruan tinggi memberikan manfaat ganda — mahasiswa memperoleh literasi dan pengalaman investasi, sementara kampus mendapatkan nilai tambah akademik dan peningkatan akreditasi program studi.
Selain menyasar dunia pendidikan, BEI Riau juga memperluas kegiatan edukasi ke ruang publik seperti kafe dan komunitas muda. Konsep ini dinilai efektif untuk menjangkau generasi yang akrab dengan gaya hidup digital.
“Kami optimistis, dengan dukungan kampus, komunitas, dan digitalisasi layanan, jumlah investor pasar modal di Riau akan terus bertumbuh. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya berinvestasi sejak dini demi membangun kemandirian ekonomi,” tutup Emon. (*)
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)








