- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
Minyak Menguat Pada Akhir Pekan Kemarin

(portonews)
Vokalonline.com Dilansir Dari, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (19/2) waktu Amerika Serikat (AS). Kenaikan terjadi setelah harga minyak anjlok pada perdagangan sebelum-sebelumnya.
Mengutip Antara, Senin (22/3), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik US$1,25 atau 2 persen ke level US$64,53 per barel. Lalu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,42 atau 2,4 persen ke level US$61,42 per barel.
Meski menguat, tapi harga minyak mentah dunia mengakhiri pekan lalu dengan pelemahan sekitar 7 persen. Hal ini karena gelombang baru infeksi virus corona di Eropa.Harga minyak mentah dunia berjangka Brent sempat jatuh 6,94 persen dan WTI terkoreksi 7,12 persen pada Kamis (18/3). Ini terjadi ketika negara-negara Eropa memberlakukan lockdown dan program vaksinasi diperlambat karena masalah distribusi sampai kekhawatiran soal efek samping vaksin.
"Harga minyak mengalami aksi jual yang serius kemarin (Kamis). Peningkatan jumlah kasus baru dan perlambatan program vaksinasi membuat pembatasan mobilitas tidak mungkin dilonggarkan dalam waktu dekat," kata Analis Energi di Commerzbank Research Carsten Fritsch.
Kemudian, harga minyak mentah dunia mulai pulih pada Jumat lalu. Harga minyak berhasil bangkit (rebound) karena sebagian pelaku pasar memandang aksi jual sebagai sesuatu yang berlebihan.
"Aksi jual akan menggerakkan beberapa hal yang bisa memperlambat rally," kata Analis Senior di Price Futures Group Phil Flynn.Diketahui, kekhawatiran tentang peluncuran vaksin membuat pergerakan harga minyak lebih terbatas.
Sebelumnya, sejumlah negara seperti Jerman dan Perancis telah mengumumkan dimulainya kembali vaksinasi dari AstraZeneca setelah regulator menyatakan vaksin itu aman. Namun, ada masalah distribusi dalam proses vaksinasi di Eropa. Inggris mengumumkan akan memperlambat peluncuran vaksin covid-19 bulan depan karena ada penundaan pasokan.
(aud/agt)
Berita Terkait :
- Pertalite di Medan Hingga Sampit Turun Harga Premium0
- Harga Emas Antam 22 Maret, Lesu ke Rp.931 Ribu0
- Yield Obigasi AS Tekuk Rupiah ke Rp.14.4340
- Pascal Soriot, Sosok Gigih di Balik Vaksin Corona AstraZeneca0
- Harga Emas Antam 19 Maret, Turun ke Rp.925 Ribu0
_Black11.png)








