- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Moskow Klaim NATO yang Cari Gara-gara Kirim Drone ke Rusia

VokalOnline.Com-- Rusia mengklaim Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memulai cari gara-gara mencoba mengirim drone ke perbatasan negara mereka.
Gubernur Provinsi Pskov Rusia, Mikhail Vedernikov, mengatakan NATO berupaya mengirim drone melewati perbatasan ke wilayahnya.
Wilayah Peskov sendiri dekat dengan perbatasan dua negara yaitu
Vedernikov membeberkan upaya NATO itu dilakukan tak lama sebelum Rusia menginvasi Ukraina yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus.
"Kami tidak bisa membeberkannya lebih lanjut, tapi ada upaya pesawat nirawak (drone) dan pesawat secara ilegal melewati batas negara," tutur Vedernikov seperti dikutip TASS.
"Semua 'hubungan damai' (di bawa program perbatasan) pernah 'berkembang' sebelum operasi militer khusus dimulai. Jelas sekali semua semakin diperparah saat ini," katanya lagi.
Sebelumnya, NATO menetapkan Rusia dan rezim Presiden Vladimir Putin sebagai teroris.
Deklarasi itu tertuang dalam sebuah resolusi yang diadopsi Dewan Parlemen NATO dalam rapat tahunan di Madrid pada Senin (21/11).
"Hari ini, kami akan mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan seluruh sekutu untuk secara tegas mengidentifikasi Federasi Rusia dan rezimnya saat ini sebagai organisasi teroris," kata Presiden Dewan Parlemen NATO, Gerry Connolly, sebelum melakukan pemungutan suara.
Resolusi itu pun berhasil diadopsi dengan hasil konsensus. Dokumen itu juga menyerukan pembentukan pengadilan khusus yang bisa mengadili rezim Putin terkait kejahatan perang.
"Kami juga meminta pemerintah kami untuk mengambil langkah selanjutnya menuju persetujuan Ukraina bergabung ke NATO. Kami telah berulang kali menekankan bahwa kami tidak akan mengakui upaya ilegal apa pun oleh Rusia untuk mencaplok wilayah kedaulatan Ukraina," paparnya menambahkan.**Syafira
Berita Terkait :
- China Perketat Keamanan usai Demo, Polisi Cegat dan Cek HP Warga0
- Iran Ancam Bui Keluarga Timnas Jelang Piala Dunia Hari Ini, Kenapa?0
- China Usir Kapal Jelajah Rudal AS yang Terobos Wilayah Dekat LCS0
- Polisi China Tangkap 2 Pedemo yang Tuntut Xi Jinping Mundur0
- Kenapa PM Malaysia Anwar Ibrahim Dihormati Warga RI0
_Black11.png)









