- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bahti Kesehatan
Moskow Klaim NATO yang Cari Gara-gara Kirim Drone ke Rusia

VokalOnline.Com-- Rusia mengklaim Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memulai cari gara-gara mencoba mengirim drone ke perbatasan negara mereka.
Gubernur Provinsi Pskov Rusia, Mikhail Vedernikov, mengatakan NATO berupaya mengirim drone melewati perbatasan ke wilayahnya.
Wilayah Peskov sendiri dekat dengan perbatasan dua negara yaitu
Vedernikov membeberkan upaya NATO itu dilakukan tak lama sebelum Rusia menginvasi Ukraina yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus.
"Kami tidak bisa membeberkannya lebih lanjut, tapi ada upaya pesawat nirawak (drone) dan pesawat secara ilegal melewati batas negara," tutur Vedernikov seperti dikutip TASS.
"Semua 'hubungan damai' (di bawa program perbatasan) pernah 'berkembang' sebelum operasi militer khusus dimulai. Jelas sekali semua semakin diperparah saat ini," katanya lagi.
Sebelumnya, NATO menetapkan Rusia dan rezim Presiden Vladimir Putin sebagai teroris.
Deklarasi itu tertuang dalam sebuah resolusi yang diadopsi Dewan Parlemen NATO dalam rapat tahunan di Madrid pada Senin (21/11).
"Hari ini, kami akan mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan seluruh sekutu untuk secara tegas mengidentifikasi Federasi Rusia dan rezimnya saat ini sebagai organisasi teroris," kata Presiden Dewan Parlemen NATO, Gerry Connolly, sebelum melakukan pemungutan suara.
Resolusi itu pun berhasil diadopsi dengan hasil konsensus. Dokumen itu juga menyerukan pembentukan pengadilan khusus yang bisa mengadili rezim Putin terkait kejahatan perang.
"Kami juga meminta pemerintah kami untuk mengambil langkah selanjutnya menuju persetujuan Ukraina bergabung ke NATO. Kami telah berulang kali menekankan bahwa kami tidak akan mengakui upaya ilegal apa pun oleh Rusia untuk mencaplok wilayah kedaulatan Ukraina," paparnya menambahkan.**Syafira
Berita Terkait :
- China Perketat Keamanan usai Demo, Polisi Cegat dan Cek HP Warga0
- Iran Ancam Bui Keluarga Timnas Jelang Piala Dunia Hari Ini, Kenapa?0
- China Usir Kapal Jelajah Rudal AS yang Terobos Wilayah Dekat LCS0
- Polisi China Tangkap 2 Pedemo yang Tuntut Xi Jinping Mundur0
- Kenapa PM Malaysia Anwar Ibrahim Dihormati Warga RI0
_Black11.png)









