- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
China Usir Kapal Jelajah Rudal AS yang Terobos Wilayah Dekat LCS

VokalOnline.Com-- Militer China mengusir kapal jelajah pembawa rudal Amerika Serikat yang dilaporkan menerobos wilayah di dekat wilayah sengketa Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.
Juru bicara Komando Teater Selatan Tentara China, Tian Junli, mengatakan bahwa kapal USS Chancellorsville itu "menerobos secara ilegal."
"Tindakan militer AS itu sangat melanggar kedaulatan dan keamanan China," ujar Tian pada Selasa (29/11).
Tian kemudian menyatakan penerobosan kapal pembawa rudal itu menunjukkan bahwa AS merupakan "pemicu risiko keamanan" di Laut China Selatan.
"Ini merupakan bukti kuat lainnya dari hegemoni mereka mengenai pelayaran dan militerisasi di Laut China Selatan," tuturnya.
Kini, militer China masih dalam siaga tinggi setelah penerobosan kapal AS itu.
Sementara itu, militer AS sampai saat ini belum memberikan komentar.
Reuters melaporkan bahwa USS Chancellorsville sendiri sempat terlihat berlayar di Selat Taiwan beberapa waktu lalu.
Selama ini, China memang sangat aktif menegur pihak-pihak yang menerobos wilayah sengketa di Laut China Selatan.
China mengklaim sebagian besar perairan tersebut. Namun, klaim itu tumpang tindih dengan sejumlah negara lain, termasuk Filipina dan Malaysia.
Di tengah perebutan klaim ini, AS kerap mengirimkan kapalnya ke LCS. AS berdalih bahwa mereka bisa memasuki perairan itu karena aturan kebebasan berlayar di perairan internasional.**Syafira
Berita Terkait :
- Polisi China Tangkap 2 Pedemo yang Tuntut Xi Jinping Mundur0
- Kenapa PM Malaysia Anwar Ibrahim Dihormati Warga RI0
- Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker0
- Keponakan Khamenei Ditangkap usai Sebut Rezim Iran Pembunuh Anak0
- Demo China Tuntut Xi Jinping Mundur hingga Suporter Piala Dunia Rusuh0
_Black11.png)









