- Dukung Program MBG, SPPG Pematang Reba 02 Ikuti Peresmian Serentak 980 SPPG
- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
MUI Pekanbaru Kota Adakan Pelatihan Pemotongan Hewan Secara Syar\'i
.jpg)
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru melalui MUI Kecamatan Pekanbaru Kota mengadakan Pelatihan Penyembelihan Hewan secara Syar'i, Selasa (20/6/2023) di Kantor Camat Jalan Tengku Umar Pekanbaru.
Dengan mendatangkan 6 orang dari tim Juru Sembelih Halal (Juleha) Riau, pelatihan ini diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari perwakilan masjid dan mushalla se- kecamatan Pekanbaru Kota.
Turut hadir dalam agenda tersebut Ketua Umum MUI Kota Pekanbaru Prof.H.Akbarizan, sekaligus membuka agenda pelatihan dan Sekretaris MUI Pekanbaru DR.H Erman Gani, serta Camat Pekanbaru Kota Rein Rizka Carvy, SSTP, MS.i
Hadir juga Ketua MUI Pekanbaru Kota sekaligus Ketua Panitia Ridwan SAg dan Sekretaris MUI Pekanbaru Kota Fahrul Rozi, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Pekanbaru Kota serta Tim Juleha Riau.
Kepada awak media, Ridwan mengatakan selama ini secara umum pemotongan hewan kurban ini sudah sesuai syariah karena melakukannya dengan membaca bismillah, bertakbir dan hewan sudah menghadap kiblat.
"Sudah benar secara syariah namun belum mendekati kemutlakan, diantaranya perlakuan terhadap hewan tidak menzalimi, menggunakan pisau yang tajam dan dilakukan dengan benar yakni saat nafas hewan sedang dikeluarkan, sehingga hewan lebih cepat mati. Makanya, pemotongan hewan/ penjagal harus memerhatikan apakah hewan sedang menarik nafas atau sedang mengeluarkan nafasnya," kata ustadz Ridwan.
Sebelumnya, Ketua Umum MUI Pekanbaru Prof H.Akbarizan mengharapkan setelah pelatihan ini, kekeliruan dalam pemotongan hewan ataupun tatacara pembagian daging hewan kurban tidak terjadi lagi ditengah masyarakat.
"Selama ini banyak firqoh (perbedaan) pendapat yang memunculkan pertanyaan dari masyarakat, makanya hari ini kita gelar pelatihan pemotongan hewan secara syar'i, agar kedepan perbedaan maupun kekeliruan dalam pemotongan maupun tatacara pembagian hewan kurban, tidak ada lagi," ucap Akbarizan.**
Berita Terkait :
- Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rumbai Timur Pekanbaru Riau 0
- Relawan PP Jangkar, Komunikasi Anak Bangsa, Dukung Total GP Presiden RI 2024 Relawan DPP Jangkar0
- APTISI Riau Desak Pemprov Anggarkan Beasiswa untuk Dosen0
- Ada Berita Hoax Menyoal PT SWP, Marlius: Pemda Inhu Sudah Bantu Tuntutan 16 KK 0
- PWI Pelalawan Diundang Ramaikan HUT Bhayangkara ke 77 Polres Pelalawan0
_Black11.png)








