- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
Musim Kemarau, Sekda Arfan Ingatkan Semua Pihak Tak Bakar Lahan.

Siak, VokalOnline.Com - Sekretaris Daerah kabupaten Siak Arfan Usman menyebutkan seiring dengan meningkatnya temperatur udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir.
Menjadi pertanda wilayah di Kabupaten Siak, Riau akan memasuki musim kemarau panjang. Salah satu dampak negatif kemarau panjang ini adalah sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Karena, sebagian wilayah kita terdapat gabut, tentu rentan terjadi Karhutla. Saya minta kepada para ASN dan honorer dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, bisa meminimalisir terjadinya Karhutla tersebut dengan cara kita tidak ikut berbuat hal tersebut,” ujarnya, saat menjadi pembina apel senin bersama di halaman kantor Bupati Siak, senin (22/7/2024).
kebanyakan Karhutla terjadi, kata Arfan karena ulah tangan manusia itu sendiri seperti membuang puntung rokok sembarangan dan membuka lahan dengan cara membakar.
“Sebagai aparatur negara mari kita menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menghimbau serta mengingatkan masyarakat tidak bakar kebun dan lahannya saat musim kemarau seperti sekarang,”tegasnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 36 persen zona musim Indonesia sudah memasuki musim kemarau termasuk Provinsi Riau.
Karenanya, seluruh pihak diingatkan untuk melakukan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisir dampak dari potensi kekeringan.
“Musim kemarau ini, rentan terjadinya Karhutla, melalui kesempatan ini, kami juga menghimbau dan mengajak masyarakat, perusahaan untuk tidak buka lahan dengan cara dibakar. Karena dampak yang ditimbulkan sangat kompleks dan merugikan semua pihak,” tutupnya.
Berita Terkait :
_Black11.png)









