- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
- Polres Meranti Berhasil Ciduk Oknum Guru Pencabulan Anak di Bawah Umur
- Pilkades Meranti 2026–2027 Digelar, Dinas PMD Ajak Warga Tak Takut Maju Jadi Kepala Desa
- Bupati Meranti Teken Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia, Dorong SDM Unggul Berbasis Teknologi
- Kejari Meranti Kembali Gadangkan Program Jaksa Masuk Sekolah
- Kejari Meranti Tingkatkan Pelayanan Disiplin Semua Jaksa Lengkap
Pabrik Krakatau Steel Diresmikan April 2021

(detik.com)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi pembangunan pabrik Hot Strip Mill #2 (HSM 2) saat melakukan kunjungan ke pabrik PT Krakatau Steel (KS) di Cilegon, Banten. kalau tidak ada aral melintang, pabrik baja tersebut akan diresmikan pada pekan ketiga April 2021 nanti.
Pabrik ini didorong untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya agar dapat berkontribusi dalam program substitusi impor hingga 35 persen pada 2022. Sederhananya, program ini untuk menekan impor baja di Indonesia.
"Kami berikan apresiasi kepada Krakatau Steel dengan perluasan fasilitas produksi yang akan berkontribusi terhadap program substitusi impor yang dicanangkan oleh pemerintah," ujarnya lewat keterangan resmi, dikutip Jumat (26/2).
Agus memuji bahwa Krakatau Steel karena telah melakukan banyak perubahan dan kemajuan. Transformasi perseroan dinilai berjalan baik, setelah dibangunnya pabrik HSM 2, HRC Krakatau Steel menjadi 3,9 juta ton per tahun. Karenanya, Agus mengaku akan melaporkan hasil kunjungannya tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Rencananya investasi sebesar US$521 juta ini akan diresmikan oleh Presiden pada minggu ketiga April mendatang," imbuh dia. Pada tahap pertama, kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 1,5 juta Hot Rolled Coil (HRC) per tahun. Kemudian, ditargetkan naik menjadi 4 juta ton HRC/tahun.Produk HRC ini nantinya diharapkan dapat mengisi pasar baja nasional, terutama untuk supply chain otomotif dan pengembangan infrastruktur yang semakin meningkat.
"Kami percaya ini akan berkontribusi signifikan, khususnya bagi industri otomotif. Kami juga yakin Krakatau Steel dapat berkembang dan menjalankan bisnisnya dengan penuh kredibilitas," terang Agus.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan produk utama dari HSM 2 ialah produk baja HRC yang didedikasikan untuk memenuhi pasar otomotif dengan spesifikasi kualitas tinggi.
Hingga saat ini, produksi eksisting HSM mencapai 2,4 juta ton. Dengan dibangunnya HSM 2, kapasitas produksi akan bertambah 1,5 juta ton per tahun. Kapasitasnya nanti akan menjadi 3,9 juta ton per tahun.
"Kami bisa berkontribusi terhadap market HRC lokal sebesar 65 persen, sisanya didukung oleh industri lainnya di dalam negeri," tandasnya.
(bir)
Berita Terkait :
- BI Tak Khawatir Taper Tantrum Market AS0
- Harga Emas Antam 26 Maret, Turun ke Rp.921 PerGram0
- Batas Waktu Kartu ATM Kena Blokir0
- Optimis Ekonomi Pulih di 2021, Pemerintah Lanjutkan BLT0
- Mengulas Rasio Pajak RI yang Kian Ciut0
_Black11.png)









