- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
Pabrik Krakatau Steel Diresmikan April 2021

(detik.com)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi pembangunan pabrik Hot Strip Mill #2 (HSM 2) saat melakukan kunjungan ke pabrik PT Krakatau Steel (KS) di Cilegon, Banten. kalau tidak ada aral melintang, pabrik baja tersebut akan diresmikan pada pekan ketiga April 2021 nanti.
Pabrik ini didorong untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya agar dapat berkontribusi dalam program substitusi impor hingga 35 persen pada 2022. Sederhananya, program ini untuk menekan impor baja di Indonesia.
"Kami berikan apresiasi kepada Krakatau Steel dengan perluasan fasilitas produksi yang akan berkontribusi terhadap program substitusi impor yang dicanangkan oleh pemerintah," ujarnya lewat keterangan resmi, dikutip Jumat (26/2).
Agus memuji bahwa Krakatau Steel karena telah melakukan banyak perubahan dan kemajuan. Transformasi perseroan dinilai berjalan baik, setelah dibangunnya pabrik HSM 2, HRC Krakatau Steel menjadi 3,9 juta ton per tahun. Karenanya, Agus mengaku akan melaporkan hasil kunjungannya tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Rencananya investasi sebesar US$521 juta ini akan diresmikan oleh Presiden pada minggu ketiga April mendatang," imbuh dia. Pada tahap pertama, kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 1,5 juta Hot Rolled Coil (HRC) per tahun. Kemudian, ditargetkan naik menjadi 4 juta ton HRC/tahun.Produk HRC ini nantinya diharapkan dapat mengisi pasar baja nasional, terutama untuk supply chain otomotif dan pengembangan infrastruktur yang semakin meningkat.
"Kami percaya ini akan berkontribusi signifikan, khususnya bagi industri otomotif. Kami juga yakin Krakatau Steel dapat berkembang dan menjalankan bisnisnya dengan penuh kredibilitas," terang Agus.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan produk utama dari HSM 2 ialah produk baja HRC yang didedikasikan untuk memenuhi pasar otomotif dengan spesifikasi kualitas tinggi.
Hingga saat ini, produksi eksisting HSM mencapai 2,4 juta ton. Dengan dibangunnya HSM 2, kapasitas produksi akan bertambah 1,5 juta ton per tahun. Kapasitasnya nanti akan menjadi 3,9 juta ton per tahun.
"Kami bisa berkontribusi terhadap market HRC lokal sebesar 65 persen, sisanya didukung oleh industri lainnya di dalam negeri," tandasnya.
(bir)
Berita Terkait :
- BI Tak Khawatir Taper Tantrum Market AS0
- Harga Emas Antam 26 Maret, Turun ke Rp.921 PerGram0
- Batas Waktu Kartu ATM Kena Blokir0
- Optimis Ekonomi Pulih di 2021, Pemerintah Lanjutkan BLT0
- Mengulas Rasio Pajak RI yang Kian Ciut0
_Black11.png)









