- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
Optimis Ekonomi Pulih di 2021, Pemerintah Lanjutkan BLT

(inews.id)
Vokalonline.com Dilansir Dari CNN Indonesia -- Perekonomian Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Pada 2021, kebangkitan ekonomi diprediksi mencapai lebih dari 5 persen. Untuk itu, pemerintah memberi stimulus berupa berbagai paket yang memudahkan dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertahan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengatakan, pemulihan ekonomi terlihat dari sejumlah survei yang dilakukan setelah Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro 2020 turun.
"Bantuan tersebut membuat usaha mikro mendapat tambahan modal untuk berusaha. Perbaikan juga terjadi di sisi daya beli masyarakat melalui beberapa paket kebijakan pemerintah," paparnya dalam Dialog Produktif bertema "Menuju Sembuh, Ekonomi Tumbuh" yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (24/3).Menurut pengamat ekonomi Piter Abdullah, pertumbuhan ekonomi dinilai positif tidak hanya dari satu sudut pandang, melainkan juga dari dampak program-program pemerintah pada ketahanan dunia usaha dan masyarakat. Ia mendorong agar semua elemen masyarakat terus bergotong royong mencapai kondisi ideal bagi pertumbuhan ekonomi.
Financial planner Aidil Akbar menyatakan hal senada. Dengan kebijakan pemerintah yang sudah berjalan, kini yang perlu digenjot adalah daya beli masyarakat melalui pemenuhan faktor keamanan.
"Kondisi saat ini masih banyak kelompok masyarakat kelas menengah ke atas yang menahan konsumsi karena dua hal, belum merasa aman secara kesehatan maupun secara finansial," kata Aidil.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa pihaknya akan mengadakan Bantuan Langsung Tunai UMKM yang menerima pendaftar lama dan pendaftar baru. Bantuan ini diharapkan berguna untuk melanjutkan usaha UMKM.
"Kita usahakan tetap memaksimalkan bantuan-bantuan yang ditujukan UMKM agar cepat pencairannya. Kita perlu mentransformasi usaha-usaha informal masyarakat menjadi usaha formal. Karena inilah yang akan membuka lapangan usaha baru dan menciptakan permintaan," ujar Eddy.
(rea)
Berita Terkait :
- Mengulas Rasio Pajak RI yang Kian Ciut0
- BRI Bentuk Divisi Khusus Untuk Lindungi Data Nasabah0
- PTBA Bidik Rp.4,31 dari Hilirisasi Batu Bara0
- Penjualan Vios Naik 500 Persen Karena Pajak Mobil Baru Gratis0
- Gubernur Jatim Khofifah \'Tolak\' Beras Impor0
_Black11.png)









