- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
Optimis Ekonomi Pulih di 2021, Pemerintah Lanjutkan BLT

(inews.id)
Vokalonline.com Dilansir Dari CNN Indonesia -- Perekonomian Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Pada 2021, kebangkitan ekonomi diprediksi mencapai lebih dari 5 persen. Untuk itu, pemerintah memberi stimulus berupa berbagai paket yang memudahkan dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertahan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengatakan, pemulihan ekonomi terlihat dari sejumlah survei yang dilakukan setelah Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro 2020 turun.
"Bantuan tersebut membuat usaha mikro mendapat tambahan modal untuk berusaha. Perbaikan juga terjadi di sisi daya beli masyarakat melalui beberapa paket kebijakan pemerintah," paparnya dalam Dialog Produktif bertema "Menuju Sembuh, Ekonomi Tumbuh" yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (24/3).Menurut pengamat ekonomi Piter Abdullah, pertumbuhan ekonomi dinilai positif tidak hanya dari satu sudut pandang, melainkan juga dari dampak program-program pemerintah pada ketahanan dunia usaha dan masyarakat. Ia mendorong agar semua elemen masyarakat terus bergotong royong mencapai kondisi ideal bagi pertumbuhan ekonomi.
Financial planner Aidil Akbar menyatakan hal senada. Dengan kebijakan pemerintah yang sudah berjalan, kini yang perlu digenjot adalah daya beli masyarakat melalui pemenuhan faktor keamanan.
"Kondisi saat ini masih banyak kelompok masyarakat kelas menengah ke atas yang menahan konsumsi karena dua hal, belum merasa aman secara kesehatan maupun secara finansial," kata Aidil.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa pihaknya akan mengadakan Bantuan Langsung Tunai UMKM yang menerima pendaftar lama dan pendaftar baru. Bantuan ini diharapkan berguna untuk melanjutkan usaha UMKM.
"Kita usahakan tetap memaksimalkan bantuan-bantuan yang ditujukan UMKM agar cepat pencairannya. Kita perlu mentransformasi usaha-usaha informal masyarakat menjadi usaha formal. Karena inilah yang akan membuka lapangan usaha baru dan menciptakan permintaan," ujar Eddy.
(rea)
Berita Terkait :
- Mengulas Rasio Pajak RI yang Kian Ciut0
- BRI Bentuk Divisi Khusus Untuk Lindungi Data Nasabah0
- PTBA Bidik Rp.4,31 dari Hilirisasi Batu Bara0
- Penjualan Vios Naik 500 Persen Karena Pajak Mobil Baru Gratis0
- Gubernur Jatim Khofifah \'Tolak\' Beras Impor0
_Black11.png)








