- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
Gubernur Jatim Khofifah \'Tolak\' Beras Impor

(suarasurabaya)
Vokalonline.com Dilansir Dari CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak memerlukan beras impor lantaran pasokan Jawa Timur saat ini cukup dan aman hingga akhir Mei 2021.
"Bahkan, sekarang (beras) sedang surplus, sehingga tidak ada kebutuhan Jatim untuk suplai beras impor," ujarnya, mengutip Antara, Senin (22/3).
Jatim, lanjut Khofifah, mencukupi kebutuhan pangan, dalam hal ini beras, dan mampu menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani.Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, surplus beras di Jatim akan terjadi karena sampai semester satu luas panen dihitung asumsi hingga April sebesar 974.189 hektare dengan asumsi produksi beras 3.053.994 ton.
"Jadi berdasarkan prediksi dan hitungan kami, di Jatim akan ada surplus 902.401 ton. Dengan jumlah itu, maka Jatim tidak perlu ada suplai beras impor. Stok beras kita sangat melimpah. Bahkan saat ini tim satgas pangan sedang keliling untuk menyerap padi dan beras produksi panen," tegas Khofifah.
Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok Januari 2021 sampai April 2021, ketersediaan beras diasumsikan tercukupi, bahkan tren harga beras terjaga stabil.
Bahkan, ia menyebut angka ketersediaan beras yang disebutkan di atas masih belum dihitung tambahan luas panen Mei dan Juni, dengan luas lahannya 295.118 hektare dan produksi 1.008.779 ton."Sehingga produksi beras Jawa Timur sampai dengan semester satu adalah 1.911.180 ton," imbuh mantan Menteri Sosial itu.
Ia juga menegaskan perkiraan produksi tidak bergeser seperti yang terjadi pada tahun 2020, bahkan produksi beras di Jatim selalu meningkat dari tahun ke tahun.
"Jadi, saya tegaskan bahwa ketersediaan 2021 kondisi stok sangat aman, tahun 2020 surplus 1,9 juta ton, yang secara tidak langsung menjadi stok atau cadangan," tandasnya.
(bir)
Berita Terkait :
- Bintan Buka Pintu untuk Wisatawan Singapura Mulai 21 April0
- Penggugat PKPU Sepatu Bata Ternyata Bekas Karyawan0
- Harga Emas Antam 23 Maret, Turun ke Rp.929 Ribu0
- PLN Perpanjang Diskon Tagihan Sampai Juni 20210
- Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Buka di Semarang0
_Black11.png)









