Breaking News
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Pahami Apa itu Vaksin Booster serta Efek Sampingnya

VokalOnline.Com - Pandemi covid-19 belum berakhir dan virus Corona terus bermutasi menjadi varian baru yang lebih menular. Untuk mencegah lonjakan kasus, pemerinta telah menyiapkan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga. Di Indonesia, vaksin booster awalnya hanya disediakan untuk tenaga kesehatan. Kini vaksin booster bisa diakses oleh masyarakat umum.
Data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) juga merokemendasikan pemeriann vaksin booster untuk orang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkao dalam lima bulan terakhir.
Menurut Sunaina Suhag, ahli dokteran keluarga di Austin Regional Clinic di Austin, Texas, mengatakan bahwa vaksin bekerja efektif untuk melindungi kita dari penyakit serius. “Pada umumnya, kebanyakan orang yang mengalami gejala serius akibat Covid -19 tidak divaksinasi,” tambahnya.
Apa itu vaksin booster?
Vaksin booster atau vaksin dosis tambahan untuk memberikan perlindungan tambahan setelah efektivitas vaksin sebelumnya melemah. "Vaksin booster fiberikan karena efektivitas vaksin mulai berkurang," ucap Suhag. Booster membantu menjaga kekebalan untuk melawan gejala serius. Beberapa penelitian menunjukkan adanya penurunan kekebalan sekitar lima hingga enam bulan setelah pemberian vaksin dosis lengkap. "Data ini dievaluasi oleh FDA ketika mereka merekomendasikan booster untuk orang dewasa dan, baru-baru ini, anak-anak di atas 12 tahun," ucap Suhag.
Formulasi suntikan booster sama dengan vaksin Covid-19 saat ini, meski booster Moderna sebenarnya setengah dari dosis vaksin yang diberikan pada seri awal. Karena itu, jika Anda masih belum sepenuhnya divaksinasi, Anda harus mulai dengan seri primer terlebih dahulu. Jika Anda berusia 18 tahun atau lebih dan telah menerima vaksin Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson, CDC mengatakan aman untuk menerima booster dari salah satu dari jenis vaksin tersebut. Remaja yang berusia 12 hingga 17 tahun dan menerima vaksin Pfizer harus menerima booster dari merek yang sama.
Efek samping vaksin booster
Menurut Dr. Suhag, efek samping booster cenderung serupa dengan apa pun yang mungkin Anda alami saat menerima vaksin Moderna, Pfizer, atau Johnson & Johnson. Anda bisa tidak emrasakan efek samping apapaun atau mengalami gejala seperti berikut: sakit di area suntikan demam kelelahan sakit kepala meriang nyeri otot mual muntah diare.
"Setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda. Jadi, ada yang mengalami efek samping setelah vaksin adapula yang tidak mengalami gejala apapun," tambahnya. Akan tetapi, efek samping tersebut akan menghilang dalam hitungan hari. Jika kita pikirkan kembali, manfaat vaksin tentu lebih besar dibandingkan efeknya.**
Berita Terkait :
- Ini dia 5 Rekomendasi Film Romantis yang Cocok Ditonton di Hari Valentine0
- Lurah Herdi Ajak Masyarakat Goro Dan Senam Bersama di Taman Penyu.0
- Teknologi menjadi salah satu cara perangi COVID-190
- PM Hungaria: Invasi Rusia Akan Buat Jutaan Warga Ukraina Mengungsi0
- Komnas HAM Temukan Fakta Kekerasan Polisi di Desa Wadas0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









