- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Panglima TNI Minta Lanjut Usut Kanjuruhan Jangan Berhenti di Sini

VokalOnline.Com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta kasus Tragedi Kanjuruhan dikembangkan dan diusut tuntas, tak cukup dengan mengantongi lima nama anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan di lapangan.
Andika mengatakan TNI sudah melakukan investigasi internal. Ada lima orang yang telah dipastikan melakukan kekerasan pada tragedi itu.
"Kita sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kita melanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Memang yang viral itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan," kata Andika dalam tayangan kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa, Minggu (27/11).
Menurut laporan yang Andika terima, empat orang anggota TNI telah mengaku melakukan tindak kekerasan dalam Tragedi Kanjuruhan. Adapun satu orang anggota lainnya belum mengakui hal itu.
Ia memerintahkan bawahannya untuk terus mengusut dugaan anggota-anggota yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan. Bahkan, ia memerintahkan pengusutan hingga tingkat perwira.
"Terus, jangan berhenti di lima ini. Telusuri juga ke atasnya termasuk dandim. Yang berikan BKO siapa? Dandimkah atau danrem? Sehingga kita terus ini jangan hanya berhenti di situ," ujarnya.
Andika meminta bawahannya untuk terus melaporkan perkembangan terbaru mengenai hal ini. Ia juga memastikan akan menyeret anggota yang terlibat ke proses hukum.
"Kita tidak akan mengarah kepada disiplin, karena memang itu sudah sangat berlebih dan bukan tugas mereka melakukan yang terlihat di video itu," ucapnya.**Syafira
Berita Terkait :
- CCTV Diputar di Sidang Brigadir J Masih Hidup Saat Sambo Tiba di TKP0
- Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia0
- Butuh Tenaga Kerja, Jerman Bakal Permudah Syarat Jadi Warga Negara0
- Panglima TNI Minta Lanjut Usut Kanjuruhan: Jangan Berhenti di Sini0
- Anak Bunuh Keluarga di Magelang karena Jengkel Tak Diperhatikan0
_Black11.png)









