- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Pasar Ramal The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Lesu di Rp15.727

Jakarta, VoklaOnline.Com - Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.727 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (22/11) pagi. Mata uang Garuda melemah 15 poin atau minus 0,1 persen dari posisi sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia tampak bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand menguat 0,29 persen, dolar Singapura menguat 0,14 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dan yen Jepang menguat 0,23 persen.
Sementara, yuan China melemah 0,64 persen, rupee India minus 0,2 persen, won Korea Selatan minus 0,08 persen, dan peso Filipina minus 0,15 persen.
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,27 persen, euro Eropa 0,19 persen, dolar Kanada 0,12 persen, dolar Australia 0,27 persen, dan franc Swiss 0,17 persen.
Analis DCFX Futures Lukman Leong memproyeksi rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini. Pelemahan rupiah ditekan oleh ekspektasi pasar terkait bank sentral AS (The Fed) yang akan terus mengerek suku bunga acuan pada FOMC besok.
"Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS kembali naik setelah Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester yang senada dengan rekannya di Federal Reserve mengatakan bahwa mereka memerlukan lebih banyak data sebelum berhenti menaikkan suku bunga," tutur Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.675 sampai Rp15.775 per dolar AS pada hari ini.**Syafira
Berita Terkait :
- Qatar Teken Kesepakatan Pasokan Gas Terpanjang dengan China0
- Harga Kripto Kompak Lesu Dalam Sepekan Terakhir0
- IHSG Diprediksi Lesu Dibayangi Sentimen Kenaikan Bunga The Fed0
- Imbal Hasil Obligas AS Naik, Harga Emas Lesu di Rp975 per Gram0
- Pengumuman UMP 2023 Diperpanjang Hingga 28 November 20220
_Black11.png)









