- Bawa Sabu 23,51 Gram, Pemuda Asal Bukit Lingkar Ditangkap Polsek Batang Cenaku
- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
Pemkab Gelar Apel Siaga Darurat Penanganan Bencana Karhutla
Infotorial Pemkab Siak

TEKS FOTO : Bupati Kabupaten Siak Alfedri mengecek peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
SIAK, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Siak bersama TNI dan Polri setempat melakukan Apel Gelar Pasukan Siaga Darurat Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul terjadinya sejumlah kebakaran beberapa hari belakangan.
Bupati Siak Alfedri di Lapangan Kantor Bupati Siak mengatakan bahwa tahun 2024 musim kemaraunya akan lebih kering dari 2023 menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Oleh karena itu upaya-upaya seperti patroli terpadu dan sosialisasi dalam mencegah terjadinya karhutla.
"Kita tidak boleh lengah. Kita harus terus meningkatkan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, yang di antaranya dilakukan melalui kolaborasi multipihak,” katanya, dilansir Riaugreen.com.
Bupati juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi karhutla di Kabupaten Siak. Dalam hal ini segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat atau mengetahui adanya potensi terjadinya karhutla.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Siak AKBP Asep Sujarwadi mengingatkan bahwa situasi karhutla kali ini cukup unik karena dimulai saat bulan suci Ramadhan. Untuk itu seluruh lapisan masyarakat untuk selalu siaga.
“Dalam situasi tersebut kami minta kepada seluruh jajaran TNI-Polri, teman-teman dari sukarelawan pemerintah daerah serta peringkat dari kecamatan dan kelurahan untuk melaksanakan siaga 1. Agar posko karhutla diaktifkan kembali dan lakukan koordinasi dengan baik secara berjenjang mulai tingkat kampung ada Bhabinkamtibmas tingkat kecamatan ada Kepala Kepolisian Sektor," ujarnya.
Kapolres menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 8 titik dan 1 titik api di Kabupaten Siak selama Maret 2024. Namun dengan kerjasamasemua pihak daerah kebakaran dapat cepat teratasi.
“Alhamdulillah kerja sama semua TNI Polri teman-teman dari sukarelawan dan pemerintah daerah di tingkat kecamatan semua bekerja sama dengan baik, apapun ceritanya kabupaten Siak harus aman dan negara aman,” tuturnya.

Wakil Bupati Kabupaten Siak Husni Merza.
Sementara itu, Wakil Bupati Husni Merza mengimbau kepada masyarakat di Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, untuk tidak membakar hutan dan lahan selama musim kering seperti yang sedang berlangsung saat ini.
Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan disaat cuaca panas seperti saat ini, jika sembarangan bakar-membakar sampah dikhawatirkan dapat menyebabkan kebakaran.
"Saat ini cuaca panas, saya ingatkan warga jangan sembarangan membakar, karena jika sudah terjadi kebakaran. Dampak buruknya luar biasa dan urusannya panjang," kata Husni Merza.
Terlebih lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga telah secara resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk Provinsi Riau tahun 2024.
Di mana, Status siaga darurat Karhutla tersebut berlaku mulai tanggal 13 Maret hingga 30 November 2024. Penetapan status ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur yang diteken langsung oleh Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto pada 13 Maret 2024.
Dengan penetapan status siaga darurat Karhutla, penanganan dan penanggulangan bencana kebakaran di Riau dapat dilakukan dengan lebih maksimal. Terutama mengingat wilayah pesisir Riau sudah dilanda musim panas.
"Langkah ini diambil untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau," sebutnya.***
Berita Terkait :
_Black11.png)









