- Sahabat di Tengah Lahan, Bhabinkamtibmas Keritang Kawal Ketahanan Pangan
- Polsek Enok Pantau Tanaman Pekarangan Warga, Dorong Kemandirian Pangan
- Ringankan Duka Korban Kebakaran Seberang Tembilahan, Camat Serahkan Bantuan
- Kolaborasi RAPP dan Masyarakat Desa Terbukti Efektif Turunkan Karhutla Lewat Program FFVP
- Kolaborasi RAPP dan Dinkes Perkuat Kapasitas Bidan Puskesmas melalui Pelatihan ANC Terpadu
- PT RAPP Doakan Riau Pos Terus Tumbuh sebagai Media Rujukan Utama
- CD RAPP Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Riau
- PT RAPP Perkuat Mutu Pendidikan Dasar di Kampar
- Penanganan Stunting 2026, Kolaborasi Pemkab Meranti dan RAPP Sasar 20 Desa 52 Posyandu
- Antisipasi Kebutuhan Ramadan, KDD RAPP Perkuat Stok Bank Darah di Riau
Penanganan Stunting 2026, Kolaborasi Pemkab Meranti dan RAPP Sasar 20 Desa 52 Posyandu
6.jpg)
Pertemuan pemangku kepentingan program kesehatan yang digelar di Selatpanjang, Kamis (12/2/2026).
SELATPANJANG, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT RAPP mulai memetakan arah program kesehatan tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penanganan stunting di 20 desa yang mencakup 52 Posyandu serta dua puskesmas di Teluk Belitung dan Bandul.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan pemangku kepentingan program kesehatan yang digelar di Selatpanjang, Kamis (12/2/2026). Forum itu juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan kegiatan sepanjang 2025 sebelum menetapkan prioritas baru untuk tahun depan.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, menyebut keterlibatan perusahaan dalam program kesehatan daerah diharapkan mampu memperkuat kapasitas layanan dasar di tingkat desa.
Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Evaluasi tahun ini penting agar intervensi 2026 lebih terarah dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga dukungan sektor swasta, agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Community Development Head PR RAPP, Leohansen Simatupang, menjelaskan bahwa penetapan 20 desa prioritas merupakan hasil pemetaan bersama yang dilakukan sejak akhir 2025.
Intervensi akan difokuskan pada penguatan Posyandu serta dukungan terhadap layanan puskesmas di wilayah sasaran.
Selain penanganan stunting, agenda 2026 juga mencakup penyusunan materi edukasi kesehatan dengan pendekatan sosial dan keagamaan.
Skema ini dinilai dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian warga.
Dengan pemetaan tersebut, program kesehatan tahun depan diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memperkuat layanan dasar dan menekan angka stunting secara bertahap di wilayah prioritas.(**)
Berita Terkait :
- Dipimpin H Catur Sugeng, PKB Yakin Bisa Makin Besar0
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
- Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara0
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
_Black11.png)









