Breaking News
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Penyidik Kejati Riau Tunggu Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan
Dugaan Korupsi Kredit di Mandiri Syariah Pangkalan Kerinci

Ilustrasi. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Penyidik Pidana Khusus Kejati Riau mengusut dugaan korupsi kredit di Bank Mandiri Syariah Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci.
Tak tanggung-tanggung, penyaluran kredit di bank yang sudah disatukan dalam bank syariah Indonesia bernilai Rp41 miliar.
Pengusutan korupsi di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan itu, dilakukan secara maraton sejak awal tahun. Sejumlah orang, mulai dari pegawai hingga debitur diminta keterangan.
Saat ini, penyidik melengkapi berkas. Perhitungan kerugian negara sudah diajukan sebagai alat bukti tambahan untuk menjerat siapa tersangka nantinya.
Kepala Seksi Penerangan Kejati Riau Bambang Heripurwanto menjelaskan, audit perhitungan kerugian negara dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Riau.
"Masih jalan dan menunggu perhitungan kerugian negara," ucap Bambang, Jumat siang, 12 Agustus 2022.
Bambang menjelaskan, kredit ini disalurkan dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR) kepada 108 nasabah atau debitur di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci tahun 2012 senilai Rp41,4 miliar.
Penyidik memperkirakan korupsi ini merugikan negara Rp16 miliar. Namun untuk memastikan total kerugian, penyidik menggandeng BPK Perwakilan Riau.
Saat perkara ini masih penyelidikan, jaksa meminta keterangan 20 orang yang terdiri dari debitur, pihak perbankan, dan ahli.
Jaksa Penyelidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen yang ada kaitannya dengan pemberian kredit usaha rakyat itu. (syu)
Berita Terkait :
- Janda Muda Ditangkap Jual ABG0
- DPRD Riau Minta Silpa Hampir Rp1 Triliun di Pemprov untuk Infrastruktur0
- Pembangunan Tuntas Peresmian Tol Pekanbaru-Bangkinang Tunggu Jadwal Presiden0
- Gubri Berikan Motivasi Siswa dan Guru0
- Pemerintah Pusat Optimistis PT BSP Mampu Kelola Migas0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









