Breaking News
- Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia
- Murid MAN 1 Pekanbaru Raih Bronze Medal di Olimpiade Astronomi Internasional IOAA Hanoi
- Jarak Pandang Hanya 3–4 Meter di Kelok 17, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
Penyidik Kejati Riau Tunggu Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan
Dugaan Korupsi Kredit di Mandiri Syariah Pangkalan Kerinci

Ilustrasi. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Penyidik Pidana Khusus Kejati Riau mengusut dugaan korupsi kredit di Bank Mandiri Syariah Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci.
Tak tanggung-tanggung, penyaluran kredit di bank yang sudah disatukan dalam bank syariah Indonesia bernilai Rp41 miliar.
Pengusutan korupsi di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan itu, dilakukan secara maraton sejak awal tahun. Sejumlah orang, mulai dari pegawai hingga debitur diminta keterangan.
Saat ini, penyidik melengkapi berkas. Perhitungan kerugian negara sudah diajukan sebagai alat bukti tambahan untuk menjerat siapa tersangka nantinya.
Kepala Seksi Penerangan Kejati Riau Bambang Heripurwanto menjelaskan, audit perhitungan kerugian negara dilakukan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Riau.
"Masih jalan dan menunggu perhitungan kerugian negara," ucap Bambang, Jumat siang, 12 Agustus 2022.
Bambang menjelaskan, kredit ini disalurkan dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR) kepada 108 nasabah atau debitur di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci tahun 2012 senilai Rp41,4 miliar.
Penyidik memperkirakan korupsi ini merugikan negara Rp16 miliar. Namun untuk memastikan total kerugian, penyidik menggandeng BPK Perwakilan Riau.
Saat perkara ini masih penyelidikan, jaksa meminta keterangan 20 orang yang terdiri dari debitur, pihak perbankan, dan ahli.
Jaksa Penyelidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen yang ada kaitannya dengan pemberian kredit usaha rakyat itu. (syu)
Berita Terkait :
- Janda Muda Ditangkap Jual ABG0
- DPRD Riau Minta Silpa Hampir Rp1 Triliun di Pemprov untuk Infrastruktur0
- Pembangunan Tuntas Peresmian Tol Pekanbaru-Bangkinang Tunggu Jadwal Presiden0
- Gubri Berikan Motivasi Siswa dan Guru0
- Pemerintah Pusat Optimistis PT BSP Mampu Kelola Migas0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)








