- Rektor UMRI Saidul Amin Terima JMSI Award 2026 Kategori Educational Leadership
- DPRD Inhil Gelar Sidang Paripurna Milad ke 61 Kabupaten Inhil Tahun 2026
- Bupati Bengkalis Menyambut Kedatangan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru
- Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031
- Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah Diri
- JMSI Riau Award 2026, Agung Nugroho Masuk Jajaran Tokoh Penerima Penghargaan
- Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja Sebagai Anggota DPR RI
- Agung Nugroho dan Suhardiman Amby Dipastikan Terima JMSI Riau Award 2026
- Dua Siswa MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional 2026
- IPTU Andi Purba: Jagung Rambaian Bukti Asta Cita Tumbuh dari Tanah Warga
Perayaan Hari Adat dan HUT Riau ke 65, Gubri: Orang Riau Jaga Marwah Melayu

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Harga diri Melayu akan tetap terpelihara jika masyarakat di negeri Riau menjaga dengan baik marwah Melayu. Terlebih lagi bagi kalangan anak muda, hendaknya budaya Melayu lebih menjati diri sehingga anak milenial tidak buta akan budaya Melayu dan sejarah Riau.
Riau dikenal dengan ciri khas budaya Melayu. Kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh agama Islam. Itulah mengapa Melayu tidak bisa dipisahkan dengan Islam.
Demikian disampaikan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak seluruh masyarakat Riau untuk memelihara atau menjaga marwah Melayu dalam perayaan Hari Adat Sedunia dan HUT ke - 65 Provinsi Riau, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Selasa (9/8/2022) malam.
Menurut Gubri, kalaulah marwah sendiri tidak bisa dijaga, orang lain tidak akan segan dan menghormati kita.
"Perlu kita jaga negeri (Riau) ini, yaitu marwah Melayu harus kita pelihara, karena kalau marwah tidak terpelihara orang tidak akan segan kepada kita," kata Gubernur Syamsuar yang saat itu juga melaksanakan kegiatan bersama acara perayaan Tahun Baru Islam 1444H.
Untuk itu, Gubri mengingatkan dan mengajak seluruh masyarakat Riau agar menanamkan rasa memiliki negeri Riau yang mempunyai banyak keberkahan.
"Riau negeri yang berkah, perlu kita jaga negeri ini," ajak Gubri seraya menyebut kekayaan sumber daya alam Riau seperti minyak yang tak habis-habis adalah salah satu bukti keberkahan dan karunia dari Tuhan.
Ini juga karena di Riau sejak dulu selalu ditinggali oleh orang-orang soleh. Bahkan raja-raja dari kerajaan Melayu banyak dari keturunan Nabi, yang merupakan orang-orang soleh.
Di sisi lain, Gubri juga berharap LAM Riau dapat memainkan peran dan fungsinya untuk menjaga dan meluruskan adat budaya Melayu yang tidak benar.
'Kadang tari persembahan saja ada yang pakai sepatu, apa begitu," tanya Gubri seraya meminta LAM Riau meluruskan hal-hal seperti ini.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Marjohan Yusuf, mengatakan sebagai negeri yang memiliki banyak keberkahan didalamnya, Riau perlu dipelihara dan dirawat, sehingga semakin banyak keberkahan yang didatangkan sang pencipta ke tanah Melayu Riau.
"Negeri kita adalah negeri yang berkah untuk itu kita harus memeliharanya," pungkas Marjohan Yusuf. **Vol-01
Berita Terkait :
- Angkatan Laut Gagalkan Penyeberangan Migran Ilegal0
- 2 Kilogram Ganja Dilempar ke Lapas0
- Pelantikan dan Pengukuhan DPC PKDP Pekanbaru Periode 2022-20270
- Hari Jadi ke-65 Usung Tema dengan Tagline Riau Unggul, Ini Maknanya...0
- Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau0
_Black11.png)









