- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Personel Polres Kampar Diduga Pukuli Remaja Tunanetra

Ilustrasi. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Polres Kampar kembali menjadi perhatian. Setelah baliho warga Muhammadiyah meminta Ajun Komisaris Besar Rido Purba dicopot sebagai Kepala Polres Kampar, kini sejumlah anggotanya dikabarkan memukul remaja tunanetra pada Sabtu malam, 26 Februari 2022.
Warga Kabupaten Kampar, Chandra mengaku telah dipukul tiga kali oleh personel Polres. Begitu juga dengan temannya, Rendi, yang disebut mengalami pemukulan hingga enam kali di wajah dan perut. Apa sebab?
Kejadian bermula ketika dua remaja 19 tahun itu menjemput barang di Bangkinang. Keduanya naik sepeda motor Yamaha Mio dari Kecamatan Salo dengan jarah tempuh 15 kilometer.
Pada malam itu, sejumlah personel Polres Kampar berpatroli mengantisipasi balap liar di depan rumah dinas Bupati Kampar, Jalan Ahmad Yani. Keduanya diberhentikan karena tak memakai helm.
Rendi kaget melihat petugas di depannya lalu berusaha kabur dari hadangan personel Polres Kampar. Sepeda motornya disebut menyenggol sepeda motor polisi hingga kaca spion petugas tadi patah.
"Pak polisi tadi marah dan wajah sebelah kiri saya ditampar, lalu perut saya dipukul," kata Rendi.
Chandra yang berada di boncengan tak luput dari amarah petugas. Dia mengaku dipukul tiga kali di bagian kepala, lalu sepeda motor kedua remaja ini dibawa ke Polres untuk ditilang.
Keduanya lalu dijemput orang tua Rendi ke Polres, sementara sepeda motor tinggal dan baru bisa diambil kalau surat-suratnya dibawa ke Polres. Belakangan, barulah polisi yang memukul tadi mengetahui kalau Chandra mengalami masalah penglihatan. (syu)
Berita Terkait :
- Mahasiswa Laporkan Bupati Rohil ke Polda Riau0
- Jaksa Pelalawan Bebaskan Pencuri Sawit, Alasannya Menggugah Hati0
- Fakultas Tarbiyah UIN Suska Rekomendasikan Mahasiswi AAF Diberhentikan0
- Buat Berita Hoax, Seluruh Pernyataan Larsen Yunus Jadi Tanggung Jawab RiauAndalasCom0
- Empat Anggota Konglomerat Salim Dituntut 14 Tahun Penjara0
_Black11.png)









