- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Plt Kadisdik Buka Diseminasi Perencanaan Berbasis Data SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta se Riau

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Plt Kepala Disdik Riau, Roni Rakhmat membuka kegiatan Diseminasi Perencanaan Berbasis Data SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta se Provinsi Riau di Hotel Furaya Pekanbaru, Rabu 10 Juli 2024. Kegiatan itu diikuti 811 orang kepala sekolah setingkat SMA, SMK dan SLB se Riau.
Dalam sambutanya, Roni Rakhmat menyoroti kinerja para kepala sekolah terutama dalam masa-masa menghadapi siswa-siswi baru di sekolah mereka. Kebijakan yang diambil kepala sekolah harus mengacu pada peraturan yang ada, dan tidak menimbulkan polemic baru.
Contohnya menurut Roni, dalam mengambil kebijakan tentang baju seragam anak baru. Karena seragam tidak tercover dalam BOSDA, dan pihak sekolah dilarang mengadakan seragam sekolah, maka diserahkan ke komite.
“Itu agar pihak sekolah tidak dicurigai melakukan pungutan kepada orangtua murid baru. Dan itu memang harus disikapi dengan hati-hati dan sebijaksana mungkin,” ungkap Roni.
“Jangan sampai ada kecurigaanlah,” tegas Roni lagi.
Selain itu, Roni juga menyoroti tentang data Dapodik sekolah-sekolah yang dikirim ke Disdik dan didata di pusat. Dengan data Dapodik itulah nantinya akan terekap data guru PPPK yang dibutuhkan sekolah-sekolah. Jika terjadi kesalahan data, maka pada saat penempatan guru PPPK juga akan terjadi ketidaksinkronan.
“Ada yang ditempatkan jauh dari tempatnya mengajar sebelumnya bahkan sampai berpisah dengan suami dan anak-anak. Kan kasihan kita kalau sudah begitu,” papoarnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Plt Kadisdik Riau ini adalah masalah PPDB SMA/SMK 2024. Meskipun belum sempurna, Roni mengakui sudah banyak kemajuan dalam perjalanannya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu, Roni berterimakasih kepaqda para kepala sekolah yang turut berperan aktif dan positif mendukung kebijakan PPDB SMA/SMK 2024 di Riau.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Disdik Riau, Edi Rusma Dinata, Plt Kabid SMA Disdik Riau, Alfira, para kepala Cabang Disdik se Riau dan para pemateri dari Kementrian Pendidikan.***Vol(Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









