- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
Polisi Minta Warga yang Kampungnya Didatangi Harimau Mengungsi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kandang jebakan di Desa Tasik Tebing Serai, Kabupaten Bengkalis. Tujuannya menangkap harimau sumatra yang sudah beberapa kali muncul di daerah yang masuk kawasan hutan konservasi Giam Siak Kecil itu.
Sejak pertama kali menunjukkan belangnya, harimau itu sudah menyerang manusia. Korban merupakan pemasang jerat rusa yang bisa saja mengenai satwa dilindungi lainnya.
Korban kedua merupakan seekor anjing. Setelah itu, harimau mendatangi pondok tempat Marlon Tamba tinggal bersama keluarganya. Nama ini merupakan penjaga kebun yang lahannya masuk dalam hutan dilindungi.
Pemasangan jerat oleh BBKSDA Riau dikawal oleh sejumlah personel Polres Bengkalis. Kapolres AKBP Indra Wijatmiko sudah memerintah Kapolsek Pinggir Komisaris Maitertika turun ke pondok Marlon.
"Anggota sudah ke pondok yang didatangi harimau, penghuni sudah diungsikan," kata Indra, Jum'at petang, 15 April 2022.
Selain Marlon Tamba, Polres Bengkalis juga meminta warga yang merasa terancam dengan kehadiran harimau agar ikut mengungsi. Warga diminta mengungsi ke lokasi lain yang lebih aman.
Indra juga memperingatkan warga sekitar untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Misalnya melakukan perburuan harimau karena ada sanksi pidananya.
"Warga juga diminta hati-hati saat beraktivitas di luar rumah," jelas Indra.
Sebelum memasang kamera dan kandang jebakan, personel Polres dan BBKSDA menggunakan drone untuk memantau lokasi. Setelah dirasa aman, petugas memasang kandang jebakan. ***
"Kandang jebakan diisi umpan berupa kambing," jelas Indra.
Berita Terkait :
- Manusia Masuk Habitatnya, Harimau Harus Diusir dari Rumahnya0
- Gubri Tinjau Kegiatan Padat Karya di Desa Penampi0
- Gubri Beserta Rombongan Safari Ramadhan di Kabupaten Bengkalis0
- BBKSDA Riau Pasang Kamera Jebak di Lokasi Petani Tewas Dimakan Harimau0
- Petani Tasik Tebing Serai Tewas Dimakan Harimau0
_Black11.png)









