- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
Polisi Taksir Kerugian Korban Fahrenheit Capai Ratusan Miliar

Ilustrasi.
Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memperkirakan kerugian yang dialami korban aplikasi robot trading Fahrenheit mencapai ratusan miliar rupiah. Menurutnya, nilai tersebut didasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap 18 korban yang melapor.
"Dari 18 orang itu, baru ratusan miliar rupiah (kerugiannya)," kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Ma'mun sat dikonfirmasi. dilansir dari cnn indonesia.
Namun, kata dia, penyidik belum mengetahui secara rinci mengenai total kerugian para korban dalam perkara ini. Menurutnya, nilai itu dapat terus bertambah seiring proses penyidikan berlangsung. Selain itu, Ma'mun juga menjelaskan 18 korban yang diperiksa itu adalah mereka yang mewakili para korban lain.
"Jadi satu kelompok itu ada 15, ada 20 orang, ada 100 orang, macam-macam," jelasnya. Menurutnya, penghitungan kerugian korban pun nantinya akan dilakukan oleh para ahli sehingga mendapat angka yang pasti.
"Karena itu kan kadang-kadang korban itu melaporkan kerugian digede-gedein. Padahal dihitung dengan cuan-nya, dengan untungnya, padahal enggak begitu," ucap dia. Bareskrim telah menangkap bos aplikasi Fahrenheit bernama Hendry Susanto. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia berperan sebagai Direktur dari perusahaan PT FSP Akademi Pro yang mengelola aplikasi Fahrenheit.
Polisi, kata Ma'mun, masih melakukan pengembangan terhadap penanganan perkara tersebut. Menurutnya, Hendry memiliki sejumlah anak buah selain dari empat tersangka yang sudah diringkus oleh Polda Metro Jaya. Aplikasi yang diduga melakukan penipuan investasi ini menjanjikan keuntungan sebesar 50 hingga 80 persen kepada korbannya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Pemasang Spanduk Tuding Kejati Riau Main Proyek Minta Maaf0
- Bikin Video Mesum, Dua Satpol PP Bone Terancam Dipecat0
- Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan deklarasi Natuna0
- Empat Remaja Putri di Pekanbaru Kabur Dari Rumah ke Hotel0
- Pengadilan Vonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara Terdakwa Penggelapan Pajak Rp14 M0
_Black11.png)









