- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
Polisi Taksir Kerugian Korban Fahrenheit Capai Ratusan Miliar

Ilustrasi.
Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memperkirakan kerugian yang dialami korban aplikasi robot trading Fahrenheit mencapai ratusan miliar rupiah. Menurutnya, nilai tersebut didasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap 18 korban yang melapor.
"Dari 18 orang itu, baru ratusan miliar rupiah (kerugiannya)," kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Ma'mun sat dikonfirmasi. dilansir dari cnn indonesia.
Namun, kata dia, penyidik belum mengetahui secara rinci mengenai total kerugian para korban dalam perkara ini. Menurutnya, nilai itu dapat terus bertambah seiring proses penyidikan berlangsung. Selain itu, Ma'mun juga menjelaskan 18 korban yang diperiksa itu adalah mereka yang mewakili para korban lain.
"Jadi satu kelompok itu ada 15, ada 20 orang, ada 100 orang, macam-macam," jelasnya. Menurutnya, penghitungan kerugian korban pun nantinya akan dilakukan oleh para ahli sehingga mendapat angka yang pasti.
"Karena itu kan kadang-kadang korban itu melaporkan kerugian digede-gedein. Padahal dihitung dengan cuan-nya, dengan untungnya, padahal enggak begitu," ucap dia. Bareskrim telah menangkap bos aplikasi Fahrenheit bernama Hendry Susanto. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia berperan sebagai Direktur dari perusahaan PT FSP Akademi Pro yang mengelola aplikasi Fahrenheit.
Polisi, kata Ma'mun, masih melakukan pengembangan terhadap penanganan perkara tersebut. Menurutnya, Hendry memiliki sejumlah anak buah selain dari empat tersangka yang sudah diringkus oleh Polda Metro Jaya. Aplikasi yang diduga melakukan penipuan investasi ini menjanjikan keuntungan sebesar 50 hingga 80 persen kepada korbannya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Pemasang Spanduk Tuding Kejati Riau Main Proyek Minta Maaf0
- Bikin Video Mesum, Dua Satpol PP Bone Terancam Dipecat0
- Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan deklarasi Natuna0
- Empat Remaja Putri di Pekanbaru Kabur Dari Rumah ke Hotel0
- Pengadilan Vonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara Terdakwa Penggelapan Pajak Rp14 M0
_Black11.png)









