- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Bikin Video Mesum, Dua Satpol PP Bone Terancam Dipecat

Ilustrasi video porno. (iStockphoto/sodafish).
Jakarta, VokalOnline.Com - Sebuah video mesum yang memperlihatkan dua oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Keduanya kini terancam akan dipecat dari satuannya.
Beredarnya video mesum oknum Satpol PP Bone tersebut dibenarkan Kasatpol PP Bone, Andi Akbar. Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap kedua oknum itu.
"Iya benar, dua-duanya anggota Satpol PP. Saya akan tetap proses dan nanti akan dikeluarkan," kata Andi Akbar, Rabu (23/3). dilansir dari cnn indonesia. Andi Akbar menerangkan, kedua oknum Satpol PP tersebut berstatus pacaran. Inisial laki-laki yakni, AG dan perempuan, DW. Namun, video itu disebar oleh AG karena sakit hati diputuskan oleh DW, karena dia yang memegang akun Instagram milik DW.
"Ada sesuatu makanya di-upload di medsos. Mungkin saja karena tidak sengaja. Sempat ingin ditarik tapi sudah tidak bisa hingga ketahuan banyak orang," bebernya. Akibat perbuatannya, Akbar menegaskan akan segera mengambil langkah tegas terhadap kedua oknum tersebut. Keduanya baru bergabung dengan Satpol PP Kabupaten Bone pada tahun 2021 lalu.
"DW ini masuk bulan Maret dan AG bulan Agustus. Saya harus ambil keputusan untuk keduanya dikeluarkan dan itu sudah saya sampaikan kepada orang tua mereka," pungkasnya.
Pengeroyokan di Makassar
Masih dari Sulawesi, enam remaja pelaku pengeroyokan dan perundungan terhadap seorang pelajar yang masih berusia 13 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, diamankan polisi. Pengeroyokan tersebut terjadi setelah para pelaku melakukan prank dengan menelepon korban mengaku ada paket barang dari luar negeri yang dikirim untuk korban. Kapolsek Manggala, Kompol Edhy Supriadi mengatakan, bahwa para pelaku dan korban sama-sama masih berstatus sebagai pelajar.
"Ada enam orang sudah kita amankan. Permasalahan itu karena prank yang dilakukan pelaku kepada korban menelpon ada paket dari luar negeri untuknya," kata Edhy, Rabu (23/3). Kemudian korban mendatangi para pelaku sehingga kata Edhy mereka terlibat cekcok, karena korban mengetahui hanya prank hingga terjadilah penganiayaan tersebut.
"Pelaku mengeroyok korban hingga mengalami benjolan pada kepala bagian belakang, luka goresan pada tangan kanan dan luka melepuh di betis kiri," bebernya.
Setelah kejadian itu, kata Edhy korban kemudian melapor ke Polsek Manggala, sehingga dilakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap para pelaku yang berada di wilayah Kabupaten Gowa.
"Di Gowa kita amankan para pelakunya, kemudian kita bawa ke kantor untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan deklarasi Natuna0
- Rapat Bareng Menkes, Politikus PAN Keluhkan Kursi Baru DPR0
- Polisi Akan Setop Penyidikan Kasus Merek Dagang Istri Juragan 990
- Gempa 3,2 M Guncang Sukabumi, Warga Dengar Suara Gemuruh0
- Hariz Azhar-Fatia, Jejak Advokasi hingga Tersangka Konten \'Lord Luhut\'0
_Black11.png)









