- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Rapat Bareng Menkes, Politikus PAN Keluhkan Kursi Baru DPR

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengeluhkan kursi baru saat menggelar rapat bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Ruang Rapat Komisi IX DPR. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengeluhkan kenyamanan kursi baru saat menggelar rapat bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Ruang Rapat Komisi IX DPR. Saleh mengaku mengalami masalah teknis dalam rapat tersebut. Ia menilai kursi yang diduduki tidak nyaman.
"Saya agak enggak nyaman secara teknis ini, kursi-kursi baru ini buat saya enggak nyaman sekali," kata Saleh di hadapan peserta rapat, Selasa (22/3). dilansir dari cnn indonesia.
Saleh pun mengusulkan kursi-kursi tersebut diganti dengan kursi yang lama. Ia merasa kecewa lantaran tidak sesuai seperti yang dijanjikan.
"Jadi kalau saya usul ganti kursi yang lama saja deh, ini enggak jelas ini. Ini susah, katanya enak, apa yang enak begini," ujarnya.
Rapat bersama Menkes tersebut bakal membahas pagu alokasi anggaran Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2022 sesuai perubahan struktur organisasi dan tata kerja lembaga tersebut.
Namun, rapat ditunda karena persoalan teknis materi rapat yang berupa salinan dokumen. Sejumlah anggota Komisi IX mengeluh karena tak menerima dokumen yang asli.
"Sebenarnya kita kirim, cuma kan itu harus dikasih hardcopy sama softcopy. Itu yang nanti kita perbaiki ke depannya seperti apa," kata Menkes Budi.**vol/jn
Berita Terkait :
- Polisi Akan Setop Penyidikan Kasus Merek Dagang Istri Juragan 990
- Gempa 3,2 M Guncang Sukabumi, Warga Dengar Suara Gemuruh0
- Hariz Azhar-Fatia, Jejak Advokasi hingga Tersangka Konten \'Lord Luhut\'0
- PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Aturan Level 4 Dihapus0
- Kemenpan-RB Terbitkan Aturan PNS agar Bisa ke Luar Negeri0
_Black11.png)









