- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
Rapat Bareng Menkes, Politikus PAN Keluhkan Kursi Baru DPR

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengeluhkan kursi baru saat menggelar rapat bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Ruang Rapat Komisi IX DPR. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengeluhkan kenyamanan kursi baru saat menggelar rapat bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Ruang Rapat Komisi IX DPR. Saleh mengaku mengalami masalah teknis dalam rapat tersebut. Ia menilai kursi yang diduduki tidak nyaman.
"Saya agak enggak nyaman secara teknis ini, kursi-kursi baru ini buat saya enggak nyaman sekali," kata Saleh di hadapan peserta rapat, Selasa (22/3). dilansir dari cnn indonesia.
Saleh pun mengusulkan kursi-kursi tersebut diganti dengan kursi yang lama. Ia merasa kecewa lantaran tidak sesuai seperti yang dijanjikan.
"Jadi kalau saya usul ganti kursi yang lama saja deh, ini enggak jelas ini. Ini susah, katanya enak, apa yang enak begini," ujarnya.
Rapat bersama Menkes tersebut bakal membahas pagu alokasi anggaran Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2022 sesuai perubahan struktur organisasi dan tata kerja lembaga tersebut.
Namun, rapat ditunda karena persoalan teknis materi rapat yang berupa salinan dokumen. Sejumlah anggota Komisi IX mengeluh karena tak menerima dokumen yang asli.
"Sebenarnya kita kirim, cuma kan itu harus dikasih hardcopy sama softcopy. Itu yang nanti kita perbaiki ke depannya seperti apa," kata Menkes Budi.**vol/jn
Berita Terkait :
- Polisi Akan Setop Penyidikan Kasus Merek Dagang Istri Juragan 990
- Gempa 3,2 M Guncang Sukabumi, Warga Dengar Suara Gemuruh0
- Hariz Azhar-Fatia, Jejak Advokasi hingga Tersangka Konten \'Lord Luhut\'0
- PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Aturan Level 4 Dihapus0
- Kemenpan-RB Terbitkan Aturan PNS agar Bisa ke Luar Negeri0
_Black11.png)









