- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
Gempa 3,2 M Guncang Sukabumi, Warga Dengar Suara Gemuruh

Ilustrasi gempa bumi. (Istockphoto/Petrovich9).
Jakarta, VokalOnline.Com - Gempa tektonik magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (22/3) pukul 08.52 WIB. Gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal ini dirasakan sejumlah warga.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Hartanto mengatakan gempa ini dirasakan di wilayah Kebonpedes, Cireunghas dengan skala intensitas II MMI. Di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut.
Ada suara gemuruh
Sementara itu, salah seorang warga, Riza mengatakan merasakan getaran gempa tersebut. Dia juga mengaku sempat mendengar suara gemuruh.
"Saya di Cireunghas merasakan ada suara gemuruh juga. Sampai mau mandi nggak jadi," ujar Riza, mengutip detikcom, Selasa (22/3). dilansir dari cnn indonesia.
BMKG mengungkapkan episenter terletak pada koordinat 6.95 LS dan 107.06 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 km tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 8 kilometer.
"Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," tulis BMKG.
Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) Bandung Teguh Rahayu mengatakan, gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal. Seperti diketahui, titik gempa berdekatan dengan Sesar Cimandiri yang memanjang dan tersegmentasi dalam 5 segmen mulai dari Pelabuhan Ratu sampai Gandasoli.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Iya sesar Cimandiri," kata Ayu, sapaan akrabnya mengutip detikcom.
Gempa bumi ini juga dirasakan di wilayah Kebonpedes, Cireunghas dengan Skala Intensitas II MMI, artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
"Hingga pukul 09.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Hariz Azhar-Fatia, Jejak Advokasi hingga Tersangka Konten \'Lord Luhut\'0
- PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Aturan Level 4 Dihapus0
- Kemenpan-RB Terbitkan Aturan PNS agar Bisa ke Luar Negeri0
- Rusia Tembak 6 Rudal ke Kota Ukraina Dekat Wilayah NATO0
- KPU Balikpapan Tolak Hadiri Rapat Tunda Pemilu 2024 Anak Buah Mahfud0
_Black11.png)









