- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Polisi Tangkap Pembunuh dan Pemerkosa Remaja di Kabupaten Siak
Korban Dikubur di Perkebunan Sawit

Konferensi pers kasus pembunuhan dan perkosaan di Polres Siak. IST
SIAK (VOKALONLINE.COM) - Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Siak menangkap remaja inisial SAS. Pria 16 tahun ini merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap remaja 16 tahun inisial VSM pada 2 Februari 2022.
Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardian menyebut korban sempat dinyatakan hilang beberapa hari. Korban sebelumnya pamit untuk membeli pulsa telepon di Kampung Banteng Hilir, Kecamatan Mempura.
"Korban akhirnya ditemukan terkubur di kebun sawit kampung itu pada 6 Februari 2022," kata Gunar, Senin siang, 7 Februari.
Korban dan pelaku sudah saling kenal. Korban terakhir berhubungan dengan pelaku melalui Facebook dan mengutarakan ingin meminjam uang.
"Korban meminjam uang lalu pamit dari rumah, pelaku berjanji meminjam uang," kata Gunar.
Pelaku mengajak korban bertemu di kebun sawit. Korban ke sana memakai sepeda motor sementara pelaku pergi bersama adiknya yang diminta untuk menunggu di pinggir jalan.
Di kebun tadi, pelaku mengajak korban ke sebuah pondok. Bukan uang yang diberikan, malah pelaku langsung memerkosa setelah kepala korban ditutup memakai kain. Mulut korban juga disumpal.
Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku menyayat tangan korban. Lalu pergi dari kebun itu meninggalkan jasad korban di lokasi.
Keesokan harinya, pelaku datang lagi dan meminjam cangkul kepada seseorang warga. Pelaku menggali lobang dan memasukkan korban lalu pergi ke rumah pamannya.
"Beberapa hari setelah itu, pemilik kebun menemukan gundukan tanah," jelas Gunar.
Pemilik kebun memeriksa gundukan lalu melihat ada kaki manusia menjulur. Hal ini dilaporkan ke Bhabinkamtibmas hingga sampai ke keluarga korban dan dilaporkan ke Polres.
Polres Siak melakukan penyelidikan. Pemilik kebun diminta keterangan dan mengutarakan pelaku meminjam cangkul dengan alasan akan menanam sawit.
"Tapi di lokasi tidak sawit yang baru ditanam," kata Gunar.
Personel Polres Siak akhirnya menangkap pelaku dalam hitungan jam. Pelaku mengakui semua perbuatannya dan dibawa ke Polres untuk penyidikan lebih lanjut.
"Selain perkosaan dan pembunuhan tersangka juga mencuri telepon genggam korban," kata Gunar. (sal)
Berita Terkait :
- Kapolda Riau : Laporkan Oknum Yang Banyak Duduk ke Saya0
- Bripka Oktavianus Dapat Penghargaan Hingga Rekomendasi Sekolah0
- Kapolda Berikan Piagam Penghargaan Kepada Bripka Oktavianus Yusbar0
- Bejat, Pimpinan Ponpes di Mamuju Diduga Cabuli 7 Santrinya0
- Dua Sopir Penguna Narkoba Terjebak Razia di Padang0
_Black11.png)









