- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
Polisi Usut Mangkraknya Proyek Renovasi Taman Kota Bangkinang
Berada di Depan Rumah Dinas Bupati

Taman kota Bangkinang yang renovasinya terhenti karena dugaan korupsi. IST
BANGKINANG (VOKALONLINE.COM) - Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar tengah mengusut gagalnya renovasi taman kota Bangkinang. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada penyimpangan sehingga proyek bernilai Rp5,8 miliar itu tidak selesai tepat waktu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar Ajun Komisaris Berry Juana Putra dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Berry, Rabu, 27 Oktober 2021.
Renovasi taman kota ini berada di satuan kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kampar. Kontraktornya adalah CV Kerja Sama & Co.
Adapun masa pelaksanaan proyek adalah 180 hari dan masa pemeliharaan 180 hari kalender menggunakan APBD 2020. Hingga habis kontrak, pengerjaan proyek yang berada tak jauh dari Rumah Dinas Bupati Kampar itu tidak selesai.
Pemilik CV tersebut, Idris mengakui jika pihaknya tidak mampu menyelesaikan pengerjaan proyek. Dia menyampaikan, kondisi cuaca tak mendukung karena musim penghujan.
Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang menjadi alasan pihaknya tidak mampu menyelesaikan proyek. Di antaranya material dan tenaga kerja kurang.
"Jadi itulah penyebabnya (pekerjaan tak selesai)," ujarnya.***
Berita Terkait :
- BBKSDA Riau Obati Gajah Terluka di Kebun Sawit Warga0
- Ketua MPC Kampar Bantu Nenek Lili Suriani Bangun Rumah0
- Wakil Jaksa Agung Dorong Reformasi Birokrasi di Kejari Kampar0
- Wakil Jaksa Agung Kunjungi Kejari Kampar, Ini Tujuannya0
- Pembukaan Turnamen Bola Voli HUT SUARAAKTUAL.Co ke-7 Menggelegar0
_Black11.png)









