- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Polisi Usut Mangkraknya Proyek Renovasi Taman Kota Bangkinang
Berada di Depan Rumah Dinas Bupati

Taman kota Bangkinang yang renovasinya terhenti karena dugaan korupsi. IST
BANGKINANG (VOKALONLINE.COM) - Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar tengah mengusut gagalnya renovasi taman kota Bangkinang. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada penyimpangan sehingga proyek bernilai Rp5,8 miliar itu tidak selesai tepat waktu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar Ajun Komisaris Berry Juana Putra dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Berry, Rabu, 27 Oktober 2021.
Renovasi taman kota ini berada di satuan kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kampar. Kontraktornya adalah CV Kerja Sama & Co.
Adapun masa pelaksanaan proyek adalah 180 hari dan masa pemeliharaan 180 hari kalender menggunakan APBD 2020. Hingga habis kontrak, pengerjaan proyek yang berada tak jauh dari Rumah Dinas Bupati Kampar itu tidak selesai.
Pemilik CV tersebut, Idris mengakui jika pihaknya tidak mampu menyelesaikan pengerjaan proyek. Dia menyampaikan, kondisi cuaca tak mendukung karena musim penghujan.
Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang menjadi alasan pihaknya tidak mampu menyelesaikan proyek. Di antaranya material dan tenaga kerja kurang.
"Jadi itulah penyebabnya (pekerjaan tak selesai)," ujarnya.***
Berita Terkait :
- BBKSDA Riau Obati Gajah Terluka di Kebun Sawit Warga0
- Ketua MPC Kampar Bantu Nenek Lili Suriani Bangun Rumah0
- Wakil Jaksa Agung Dorong Reformasi Birokrasi di Kejari Kampar0
- Wakil Jaksa Agung Kunjungi Kejari Kampar, Ini Tujuannya0
- Pembukaan Turnamen Bola Voli HUT SUARAAKTUAL.Co ke-7 Menggelegar0
_Black11.png)









