- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
Polisi Usut Mangkraknya Proyek Renovasi Taman Kota Bangkinang
Berada di Depan Rumah Dinas Bupati

Taman kota Bangkinang yang renovasinya terhenti karena dugaan korupsi. IST
BANGKINANG (VOKALONLINE.COM) - Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar tengah mengusut gagalnya renovasi taman kota Bangkinang. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada penyimpangan sehingga proyek bernilai Rp5,8 miliar itu tidak selesai tepat waktu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar Ajun Komisaris Berry Juana Putra dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Berry, Rabu, 27 Oktober 2021.
Renovasi taman kota ini berada di satuan kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kampar. Kontraktornya adalah CV Kerja Sama & Co.
Adapun masa pelaksanaan proyek adalah 180 hari dan masa pemeliharaan 180 hari kalender menggunakan APBD 2020. Hingga habis kontrak, pengerjaan proyek yang berada tak jauh dari Rumah Dinas Bupati Kampar itu tidak selesai.
Pemilik CV tersebut, Idris mengakui jika pihaknya tidak mampu menyelesaikan pengerjaan proyek. Dia menyampaikan, kondisi cuaca tak mendukung karena musim penghujan.
Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang menjadi alasan pihaknya tidak mampu menyelesaikan proyek. Di antaranya material dan tenaga kerja kurang.
"Jadi itulah penyebabnya (pekerjaan tak selesai)," ujarnya.***
Berita Terkait :
- BBKSDA Riau Obati Gajah Terluka di Kebun Sawit Warga0
- Ketua MPC Kampar Bantu Nenek Lili Suriani Bangun Rumah0
- Wakil Jaksa Agung Dorong Reformasi Birokrasi di Kejari Kampar0
- Wakil Jaksa Agung Kunjungi Kejari Kampar, Ini Tujuannya0
- Pembukaan Turnamen Bola Voli HUT SUARAAKTUAL.Co ke-7 Menggelegar0
_Black11.png)









