- Pastikan Situasi Aman Kondusif, Lapas Tembilahan Laksanakan Razia Insidentil Blok Hunian
- Hendry Munief dan Kemenpar Gelar Bimtek Promosi Wisata di Rohil: Latih Gen Z Manfaatkan Media Sosial
- Pemilik Akun Sasa Rasa Mak Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti
- FORKI Riau Lepas 11 Karateka ke Kejurnas Bandung, Targetkan Medali dari 11 Kelas
- Wako Dumai Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pentingnya Generasi Unggul
- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
Prilly Latuconsina Lebih Senang Bekerja Di Belakang Layar

Jakarta, VokalOnline.Com - Aktris sekaligus sineas muda Prilly Latuconsina mengungkapkan dirinya sekarang lebih menikmati untuk bekerja di balik layar dengan menjadi seorang produser.
"Aku sangat menikmati dan lebih enjoy di belakang kamera. Aku sangat menikmati prosesnya, kita memulai dari nol untuk memproduksi konten film maupun serial, dari analisa, cerita, marketing, dan lainnya. Memproduseri (film dan serial) lebih menantang buatku," kata Prilly saat ditemui di Jakarta, dikutip pada Jumat.
Prilly sendiri telah andil sebagai produser dalam film "Kukira Kau Rumah" (2022), serial "Hari Ini Kenapa, Naira?" (2022), dan serial "Cinta Di Balik Awan" (2022), yang ketiganya disutradarai oleh Umay Shahab di bawah rumah produksi Sinemaku.
Bagi Duta Festival Film Indonesia (FFI) tersebut, meskipun menantang, proses di balik layar memiliki keseruan tersendiri. Ia bisa bebas berkarya dan berinovasi mengikuti perkembangan tren perfilman nasional bersama teman-teman produksi yang terlibat.
"Rasanya berbeda dan ada challenge-nya sendiri. Sebagai produser, kita menentukan konten yang akan kita buat. Terlebih, market film dan series Indonesia itu tidak bisa kita baca, berbeda dengan bisnis kreatif yang lain seperti fesyen, makanan, dan lainnya yang bisa kita baca market-nya," papar Prilly.
"Beda dengan film yang sangat dinamis perubahan behaviour, market dan seleranya. Itu susah dan sebagai produser, itu menantang banget buatku dalam menentukan kira-kira konten apa yang cocok, ya? Seperti apa marketing-nya nanti? Tapi, ini bisa menjadi portofolio dan pengalaman buat kami," imbuhnya.
Saat ditanya apakah kesukaannya terlibat di balik layar akan berdampak pada karier aktingnya, Prilly mengatakan ini merupakan salah satu bentuk rasa cintanya akan dunia film Indonesia. Namun, bagaimana pun, ia juga masih sangat mencintai profesinya sebagai seorang aktor.
"Ini juga merupakan wujud kecintaan aku dengan dunia film, dan aku ingin terlibat dan berkontribusi di dalamnya," kata pemain film "Danur" (2017) itu.
"(Dengan bekerja di belakang layar), Aku bisa memilih isu yang aku ingin angkat. Aku percaya film, series, dan gambar hidup adalah kendaraan tepat untuk mengangkat sebuah isu dan memberikan pesan ke penontonnya," ujarnya menambahkan. **Fira
Berita Terkait :
- Putri Bob Tutupoly Bicaranya Kasar Tapi Hatinya Sangat Lembut0
- BCL Akan Duet Bareng Alvin Jo & Ariel NOAH Saat Konser Di Singapura0
- Berpulangnya Sang Pelantun Widuri0
- Polres Kuansing Mengirimkan Team 10 Orang untuk mengikuti Lomba Tari di Polda /Riau0
- Cuplikan Perdana Mencuri Raden Saleh Tampilkan Aksi Menegangkan0
_Black11.png)









