- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Propagandis Putin: Rusia Menang di Ukraina atau Perang Dunia 3

Propagandis Presiden Vladimir Putin bicara soal opsi kemenangan Moskow atau Perang Dunia 3.
Jakarta, VokalOnline.Com -- Propagandis Presiden Vladimir Putin sekaligus pengamat dunia internasional asal Rusia, Margarita Simonyan, mengatakan negaranya harus menang total dari Ukraina jika tak ingin terjadi Perang Dunia 3.
Kepala pemberitaan televisi pemerintah Kremlin, RT, itu meyakini konflik besar bakal 'meledak' jika Ukraina berhasil merebut kembali Crimea yang dianeksasi Rusia pada 2014."Dalam pandangan mereka (Barat dan Ukraina), kemenangan Rusia amat berarti bagi Rusia untuk mempertahankan sesuatu, termasuk Crimea," tutur Simonyan dalam salah satu program tayangan RT."Mereka percaya Ukraina harus merebut semuanya. Kherson di wilayah Donbas, Zaporizhzhia, dan Crimea cocok bagi mereka. Pilihan lain tak cocok. Perang Dunia 3 tentu tak cocok bagi mereka," katanya lagi, seperti dikutip dari Newsweek.Simonyan kemudian mengatakan kemungkinan Perang Dunia 3 tak terelakkan jika Rusia kalah di Ukraina."Kemungkinannya kita menang untuk kejayaan kita atau akan ada Perang Dunia 3, cepat atau lambat. Saya tak melihat ada peluang lainnya," ujar Simonyan.Cuplikan video pernyataan kontroversial Simonyan itu pun sempat viral di media sosial Twitter. Salah satu yang membagikan cuplikan video itu adalah kreator media monitor untuk isu-isu Rusia, Julia Davis.Video itu pun ditonton hingga 267.100 netizen per Sabtu (3/12) ketika awal video itu dibagikan di Twitter.Rusia sendiri saat ini telah melakukan aneksasi empat wilayah Ukraina setelah dekrit yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin pada 30 September dengan membuat referendum versi Kremlin di wilayah itu.Meski demikian, tak ada satu pun wilayah itu yang dikuasai sepenuhnya oleh Rusia usai klaim soal pencaplokan wilayah oleh Kremlin.Simonyan pernah membantah laporan itu dan menegaskan bahwa pasukan Rusia telah berhasil melumpuhkan ibu kota Rusia, Kyiv. Ia juga membantah klaim barat bahwa Putin akan melancarkan perang nuklir."Hal ini secara total tidak mungkin terjadi karena sejumlah alasan. Pertimbangan kedua bahwa ini sama sekali tak masuk akal. Hal itu tak akan menyelesaikan apapun karena kami sudah mengalahkan Kyiv sejak pekan pertama (agresi Rusia di Ukraina)," tutur Simonyan. **Syafira
Berita Terkait :
- Kenapa Ada yang Mengaitkan Perebutan Takhta Saudi dengan Tanda Kiamat? 0
- Oknum Polisi Polsek Pondok Aren Jadi Calo, Korban Ditipu Rp400 juta0
- Demo Menggila, Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Hijab0
- Maju Mundur Iran Bubarkan Polisi Moral yang Picu Demo Besar-besaran 0
- Netanyahu Jadi PM Israel Lagi, AS Blak-blakan Dukung Negara Palestina 0
_Black11.png)









