- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Propam Polda Kirim Paminal Cari Informasi Kenapa Warga Minta Kapolres Kampar Dicopot

Spanduk yang dipasang warga di Bangkinang mendesak agar Kapolda Riau mencopot Kapolres Kampar. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau telah menurunkan personel Paminal ke Kabupaten Kampar. Ini menyusul beredarnya spanduk dan desakan warga Muhammadiyah di sana menuntut Ajun Komisaris Besar Rido Purba SIK dicopot dari jabatannya oleh Kapolda Riau sebagai Kapolres Kampar.
Kepala Bidang Propam Polda Riau Komisaris Besar J Setiawan dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
"Konfirmasi, intinya begitu melihat semuanya, sudah kita tugaskan semuanya," kata Setiawan, Rabu siang, 16 Februari 2022.
Setiawan menyebut Propam sudah mengirim personel Paminal meminta keterangan pihak terkait. Pemeriksaan ini berdasarkan perintah Kapolda Riau Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal.
"Intinya kita lagi bekerja, belum selesai," ucap Setiawan.
Apakah nantinya Kapolres Kampar Ajun Komisaris Besar Rido Purba diminta keterangan, Setiawan menyebut lihat perkembangan di lapangan.
"Belum dapat laporan dari Paminal, nantinya dilaporkan ke Kapolda apa yang ditindaklanjuti," ucap Setiawan.
"Kalau perintahnya begitu, ya akan diminta keterangan pihak terkait," tegas Setiawan terkait rencana pemeriksaan Kapolres Kampar.
Sebelumnya, sejumlah titik di Bangkinang, ibu kota Kabupaten Kampar, terpasang spanduk berisi meminta Kapolda Riau mengganti Kapolres Kampar. Desakan ini terkait dugaan kata-kata kasar dan arogansi Kapolres kepada kepala desa, guru dan warga.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kampar Almy Zarlis menyebut dugaan arogansi Kapolres terjadi saat kepala sekolah dan kepala desa ada kegiatan. Di sana ada Kapolres dan mengumpulkan guru yang belum vaksin.
Kapolres diduga berkata kasar kepada guru yang belum vaksin. Bahkan seorang kepala desa diacungkan kepalan tinju.
Sikap ini menjadi status seorang guru di Facebook. Status ini membuat sang guru diminta keterangan dari siang hingga malam hari lalu membuat surat pernyataan dan video permintaan maaf.
Arogansi Kapolres ini membuat warga Muhammadiyah karena sikap seperti ini tidak hanya sekali dilakukan. Warga memang tidak berdemonstrasi tapi terlebih dahulu memasang spanduk.
Kapolda Riau langsung merespon spanduk ini. Irjan Iqbal mendatangi pengurus Muhammadiyah Riau dan meminta maaf atas perlakuan anak buahnya.
Kapolda juga berjanji menjadikan kejadian ini sebagai atensi. Diapun memerintah Bidang Propam Polda Riau turun tangan. (syu)
Berita Terkait :
- BBKSDA Riau Beberkan Alasan Nekat Gajah Masuk Tol Pekanbaru-Dumai0
- RiauAndalas.com Tidak Hadiri Sidang Perdana Pengaduan Penasehat Ahli Gubernur di Dewan Pers0
- Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan0
- Polresta Pekanbaru Gelar Police Go To School dan Safety Reading0
- Pembuat Kartu Vaksin Covid-19 Palsu Masuk Jeruji Besi0
_Black11.png)









