- Respons Cepat Polsek Rangsang Atasi Titik Api di Desa Tanjung Bakau
- Bupati Asmar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Meranti Tumbuh dan Kemiskinan Turun
- Silaturahmi Idul Fitri, Hendry Munief Diskusi Pengembangan Ekonomi Umat di Riau
- Spektakuler! 560 Atlet Sepatu Roda Siap Bertarung di Pekanbaru Open International 2026
- Barcelona dan GR di Razia, Kapolres Inhil; Tidak Akan Ada Ruang Untuk Peredaran Narkotika
- KNPI Inhil Soroti Kegiatan Tahunan Saat Lebaran Di Pantai Solop, Dorong Bupati Inhil Perkuat Program
- Semangat Idul Fitri dan Hari Hutan Sedunia, Polres Inhil Bagikan Bibit Pohon kepada Warga Tembilahan
- Apel Pengamanan Pawai Malam Takbir, Kapolres Inhil Tekankan Sinergitas
- JMSI Inhil Tebar Kepedulian Ramadhan, Bagikan Paket Lebaran Idul Fitri 1447
- PKS Riau Dirikan Posko Mudik di Perbatasan Riau–Sumbar, Siap Layani Pemudik
Respons Cepat Polsek Rangsang Atasi Titik Api di Desa Tanjung Bakau

MERANTI, VokalOnline.Com - Polsek Rangsang bergerak cepat menindaklanjuti kemunculan satu titik panas (hotspot) yang terpantau di aplikasi Dashboard Lancang Kuning pada Kamis (26/3/2026) pagi. Hotspot tersebut muncul sekitar pukul 06.00 WIB dan terdeteksi mengarah ke wilayah Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, mengatakan personel langsung dikerahkan sesaat setelah notifikasi hotspot diterima.
"Begitu hotspot terpantau, kami segera menurunkan anggota untuk melakukan verifikasi di lapangan. Kita tidak ingin api keburu membesar,” ujar Gunawan.
Tim yang terdiri dari dua personel Polri, Aiptu Sahat MPT dan Bripda A. Siregar, serta masyarakat peduli api (MPA) kemudian bergerak menuju titik koordinat yang terdeteksi.
Setibanya di Dusun 3 Desa Tanjung Bakau sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menemukan kepulan asap di area kebun kelapa dan semak belukar.
"Dari hasil pengecekan, hotspot tersebut merupakan titik api di lahan gambut yang kondisinya sangat kering. Tim langsung melakukan pemadaman,” kata Gunawan.
Ia menjelaskan, jarak tempuh sekitar 20 kilometer dari Polsek menuju lokasi serta minimnya sumber air menjadi tantangan bagi tim di lapangan.
"Saat ini proses pemadaman masih berlangsung. Kami berupaya agar api tidak menyebar dan situasi segera kembali aman,” ujarnya.
Gunawan kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca panas berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
"Kami mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Bila melihat tanda-tanda api atau asap, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.(Bom)
Berita Terkait :
- Kampar Satu-satunya Kabupaten yang Menjadi Pilot Project TP2DD 0
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
_Black11.png)









