- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Riau Bentuk Tim Khusus Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut

Ilustrasi. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pemerintah Provinsi Riau membentuk tim khusus mengantisipasi penyebaran virus hepatitis akut yang sudah terdeteksi di Indonesia. Surat edaran sudah dikirim ke seluruh dinas kesehatan di Bumi Lancang Kuning.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin menjelaskan, dinas kesehatan di kabupaten dan kota diminta memberikan arahan kepada Puskesmas di wilayah masing-masing. Setiap daerah diminta membentuk tim khusus.
"Surat edaran ini menjadi pedoman terhadap kasus hepatitis," kata Zainal, Rabu, 11 Mei 2022.
Di Riau, Zainal menyatakan hepatitis akut ini belum terdeteksi. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan berbagai langkah sebagai antisipasi agar tidak ada warga yang terinfeksi.
Pihaknya juga sudah melakukan zoom meeting dengan seluruh Puskesmas dan dinas kesehatan di Riau. Setiap pihak diminta mewaspadai gejala yang ada.
"Ketika nanti ada gejala, tim khusus yang memutuskan bahwa gejala itu benar hepatitis akut," terangnya.
Di sisi lain, Zainal meminta masyarakat tidak khawatir karena penyebaran hepatitis ini tidak seperti Covid-19. Hepatitis menginfeksi setelah adanya kontaminasi dan serum darah.
"Kalau Covid-19 melalui pernapasan ataupun sentuhan, makanya kita harus rajin menjaga kesehatan," kata Zainal.
Zainal menerangkan, hepatitis biasanya ditandai dengan demam dan kencing warna kuning. Masyarakat diharap segera memeriksakan diri jika menemukan gejala tersebut.
"Dengan demikian pasien bisa dipantau dokter, tapi dokter Puskesmas tidak bisa menentukan bahwa pasien tersebut kena hepatitis akut, harus tim khusus," jelas Zainal.
Tim khusus menentukan terkonfirmasi hepatitis setelah melakukan pemeriksaan di laboratorium. Di Riau sendiri sudah ada Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad sebagai tempat pemeriksaan.
"Nanti RSUD yang menentukan sehingga tidak semua gejala diklaim sebagai hepatitis," ucap Zainal.
Hepatitis sendiri, tambah Zainal, ada beberapa level dan tidak semuanya bersifat akut. Misalnya hepatitis A yang tidak mengandung virus.***
Berita Terkait :
- Pemkab Kuansing Kandangkan 32 Unit Mobnas Untuk Siapa ?0
- Ketua DPRD Kuansing Terima Kunjungan DPRD Sawah Lunto Sumbar 0
- Kapolsek Kuantan Mudik Lakukan Penindakan PETI di Desa Luai 0
- Plt Bupat Ingatkan seluruh ASN di Pemkab Kuansing0
- Petinggi Partai Politik di Inhu Sudah Mulai Membuat Komitmen Menuju Pilkada 20240
_Black11.png)









