- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Riau Bidik Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Nasional, UMKM Digenjot Naik Kelas

Ketua JMSI Bengkulu, Riki Susanto
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kemajuan industri kelapa sawit Indonesia dinilai sangat bertumpu pada perkembangan koperasi serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, berbagai bentuk kolaborasi lintas lembaga dinilai perlu diperluas agar penguatan hilirisasi sawit dapat berjalan optimal.
Penegasan ini mengemuka dalam Workshop Pengembangan Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Kelembagaan Petani Sawit yang digelar di Pekanbaru, Sabtu (29/11/2025).
Ketua Apkasindo Riau, KH Suher, menyampaikan bahwa hilirisasi produk turunan sawit adalah strategi kunci yang harus terus didorong, khususnya melalui pemberdayaan UMKM di daerah. Menurutnya, kelapa sawit bukan hanya komoditas unggulan Riau, tetapi juga sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat.
“Setiap pergerakan harga sawit memiliki efek berganda yang besar terhadap berbagai sektor ekonomi. Karena itu, pengembangan produk turunan sawit menjadi sangat penting,” ujar Suher.
Ia menegaskan Apkasindo Riau terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya UMKM dalam menghasilkan inovasi produk turunan sawit yang bernilai tambah.
Sementara iru, Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, mengungkapkan bahwa saat ini banyak UMKM di Riau yang mulai memanfaatkan potensi besar komoditas ini. Berbagai produk kreatif mulai bermunculan, mulai dari sabun dan deterjen, lilin, hingga produk-produk ramah lingkungan lainnya.
“Semangat para pelaku UMKM menunjukkan bahwa hilirisasi sawit bukan lagi sekadar wacana. Ini sudah berkembang menjadi gerakan ekonomi masyarakat,” ujar Gulat.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau saat ini adalah Supriadi yang mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyqnto, menyampaikan bahwa luas perkebunan sawit di Provinsi Riau saat ini diperkirakan mencapai 3,49 juta hektare.
Dari total tersebut, sekitar 62,63% dikelola oleh petani rakyat. Hal ini menunjukkan besarnya kontribusi ekonomi sektor sawit terhadap masyarakat pedesaan.
"Melalui workshop ini, pemerintah berharap proses hilirisasi dapat berjalan lebih efektif sehingga memberikan dampak ekonomi nyata, mendorong inovasi, memperluas wawasan UMKM, serta membuka peluang kerja baru," ungkapnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, Apkasindo, dan masyarakat, Riau diyakini memiliki modal kuat untuk menjadi pusat hilirisasi sawit nasional yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.(**)
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









