- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
Rocky Gerung: Jokowi Jenius Rangkul PAN, Sumbat Peluang Dukung Anies

Menurut Rocky Gerung, Jokowi berupaya menghentikan potensi PAN mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Jakarta, VokalOnline.Com - Pengamat politik Rocky Gerung menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan PAN ke dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan bentuk kejeniusan sang Presiden.
Menurut dia, langkah tersebut bisa menghalangi potensi PAN mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.
"Potensi untuk merawat Anies adalah PAN. Karena itu PAN dimasukin ke istana. Nah itu kejeniusan Pak Jokowi," kata Rocky dikutip dari diskusi detikcom-Total Politik, Kamis (16/6).
Rocky berpendapat potensi PAN untuk mengusung Anies hendak dihentikan oleh Jokowi.
Oleh karena itu, dalam reshuffle atau perombakan kabinet pada Rabu kemarin Jokowi melantik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi.
"Jadi sebelum PAN ini berminat mengasuh Anies, mending diasuh dulu PAN di sana kan. Jadi peluang Anies untuk dapat peluang PAN selesai," ujarnya.
Adapun Anies belakangan disebut-sebut tengah dilirik PAN untuk dipinang sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Kehadirannya di berbagai acara partai tersebut dinilai menunjukkan keseriusan PAN dalam mencari capres potensial.
Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan penunjukkan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan melalui proses yang panjang.
Menurutnya, komunikasi dengan Presiden Jokowi sudah terbangun sejak setahun lalu.
"Ini kan prosesnya panjang, sudah saya sampaikan tadi ya. Sudah setahun lebih lah. Ada komunikasi, ada kesepakatan antara pak Jokowi dengan Ketum," ujar Bima Arya dalam siaran Breaking News CNN Indonesia TV, Rabu (15/6).
Diketahui, PAN bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi periode 2019-2024 pada Agustus 2021. Sementara itu, di Pilpres 2019, PAN mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Partai Gerindra, PKS, dan Partai Demokrat.**vol/jn
Berita Terkait :
- Telkom Ingin NeuCentrIX Jadi Pusat Ekosistem Digital0
- Jaksa Agung dan Kemenkeu Buat Kerja Sama Berantas Pencucian Uang0
- Persemaian Rumpin, Contoh Nyata Kolaborasi Pemerintah-Swasta Atasi Perubahan Iklim0
- RHR Dodi Sarjana: Ditangan DR Syafriadi PWI Riau Akan Lebih Baik dan Terhormat 0
- 11 Kendaraan Diduga Hasil Curian Diamankan Di Pelabuhan Ferry0
_Black11.png)









