- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Rumah Warga Miskin di Sungai Alam Belum Mendapat Bantuan RLH

Bengkalis, VokalOnline.Com - Kabupaten Bengkalis memiliki ABPD yang cukup besar, namun tidak menjamin kehidupan masyarakatnya sejahtera. Bahkan ada warga yang tinggal di rumah gubuk yang sudah hampir roboh di RT 07/RW 04 jalan Awang Mahmuda, Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis bernama Herman (52).
Pagi itu Rabu (16/02/2022) langit diselubungi awan agak mendung. Herman ditemui Vokalonline.Com sampai ke depan rumahnya yang terlihat tua dan kayunya sudah lapuk dimakan masa. Tangannya saat mengambil kunci untuk membuka gembok rumahnya yang sudah miring. Herman dengan perlahan membuka pintu dan melihat isi rumahnya yang terlihat berantakan. Didalam rumah gubuk berukuran 31/2mx 2 meter, hanya bagian saja yang bisa ditempati.
Sedangkan bagian belakang sudah miring ke arah belakang dan hampir roboh. Ia mengaku sudah hampir 15 tahun tinggal di rumah seperti itu, tanpa ada bantuan dari siapapun. Ia mengakui tinggal di gubuk bekas itu karena tetangganya yang selalu memperhatikan ketika dirinya membutuhkan.
''Sudah lama saya tinggal di rumah seperti ini. Kalau masalah makan ada saja yang mengantar. Tapi yang menjadi masalah adalah tempat tinggal,'' ucapnya lirih, mengaku hidup sendiri dan menikah. ''Ya dulu pernah melamar orang, tapi tak jadi. setelah itu tak nikah-nikah,'' tuturnya dengan tersenyum ringan.
Bujang lapuk yang dibesarkan oleh orang tuanya di Desa Sungai Alam itu mengaku memang saudaranya banyak di desanya. Namun karena dia sudah tua dan tidak mau menyusahkan keluarga. Akhirnya harus hidup sebatang kara di sebuah gubuk tua milik sendiri.
Herman berharap, agar dirinya mendapatkan rumah yang layak untuk berteduh menjelanghayatnya sampai. Karena tidak ada tempat yang layak untuk beristirahat karena kondisi rumah yang sudah reot dan hampir roboh serta bocor dan tidak ada aliran listrik. ''Tadi malam saya tidur di sini (rumah gubuknya). Hujan deras. Harus bagaimana lagi. Untunglah ada tetangga yang perhatian ke saya,'' ucapnya.
Saat VokalOnline.Com berbincang dengan Herman, ada tiga warga yang ikut menjenguknya, yakni ketua RT Yuhelmi. Juga dua tetangganya ibu Mai dan Penti (33). Mereka mengaku prihatin melihat kondisi pak Herman. ''Kasian dia Pak. Rumahnya hampirtumbang. Lebih kasihan lagi kalau asam uratnya lagi kambuh,'' ucap Mai, yang sering melihat Herman dan mau memberinya makanan.
Ia juga merupakan orang susah di kampung itu, sehingga untuk membantu Herman tidak bisa dilakukan. Namun perhatianya kepada Herman sangat tinggi, karena jika mereka berdualah yang memperhatikan.
Sedangkan Ketua RT Yuhelmi (51) mengaku, bahwa Herman sudah lama tinggal di tanah milik keluarganya. Di tanah itu ada rumah, namun bagian bawah sudah tercapai dan tinggal di bagian belakang yang ditempati Herman. ''Kami juga panggang. Kami rela tanah ini dibangunkan rumah untuk dia, kalau pemerintah mau,'' ucapnya singkat.
Sementara itu, Ketua Umum PP DPH LSM BEBER, Anwar Simanjuntak kepada VokalOnline.Com di kantor Sekretariat mengatakan, pemberdayaan masyarakat kurang mampu merupakan salah satu program kerja lembaga Bengkalis bersuara.
" Terkait kunjungan kami beberapa hari lalu di rumah pak Herman salah satu masyarakat desa Sungai Alam menjadi perhatian kami. Program kerja pemerintah dalam hal ini Pemkab Bengkalis tentang pemberdayaan masyarakat untuk masyarakat kurang mampu menjadi PR bagi pemerintah," ucap Anwar.(der)
Berita Terkait :
- Izin PT Logo Mas Tambang Pasir Pulau Rupat Tabrak Banyak Aturan, Siapa yang Bermain?0
- BBKSDA Riau Beberkan Alasan Nekat Gajah Masuk Tol Pekanbaru-Dumai0
- Gajah Masuki Tol Pekanbaru-Dumai, Sempat Rusak Pembatas0
- Pansus Tampung segala Informasi untuk Penyempurnaan Ranperda0
- Menjadi Narasumber IPLSD-KP, Sekda Harapkan Sinergi Semua Pihak0
_Black11.png)









