- Sisir Kampung Bersinar, Satresnarkoba Meranti Temukan Pondok Mencurigakan
- Rektor UIR Dukung Penuh Pelaksanaan Seminar dan UKW JMSI Riau
- Syahrul Aidi Dorong Optimalisasi Peran TNI dalam Penanganan Karhutla
- Terima Aspirasi Warga Tanjung Sawit, Syahrul Aidi Soroti Kerusakan Jalan
- Hendry Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Terus Kembangkan Usaha
- Dukung Program MBG, SPPG Pematang Reba 02 Ikuti Peresmian Serentak 980 SPPG
- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
Sekelumit Sejarah Bisht, Jubah Spesial Arab yang Dipakaikan ke Messi

Lionel Messi dipakaikan bisht oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Jakarta, VokalOnline.Com - Saat hendak mengambil Piala Dunia, striker sekaligus kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi tampak terkejut lantaran Emir Qatar memakaikan jubah bisht, Minggu (18/12). Jubah itu berwarna hitam dan di bagian tepi berwarna keemasan. Sontak, momen seremoni tersebut menjadi pembicaraan publik.Sekretaris Jenderal Supreme Committee Delivery & Legacy (SC), Hassan AL Thawadi, pun mengungkapkan alasan pemberian jubah itu."Itu adalah pakaian acara resmi dan dipakai untuk perayaan. Itu dilakukan untuk selebrasi terhadap Messi," ujar Hassan kepada BBC Sport via CNN.Lebih lanjut, ia menerangkan sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022, Qatar melihat kesempatan mempromosikan budaya ke mata dunia.Terlepas dari alasan itu, bagaimana sebetulnya sejarah jubah bisht?Arab News melaporkan jubah bisht hanya dipakai di acara khusus seperti pernikahan. Namun, anggota kerajaan kerap mengenakan jubah itu saat menghadiri acara resmi.Bisht menjadi pilihan pakaian formal bagi para politisi, ulama, dan individu berpangkat tinggi di sejumlah negara, seperti Irak serta negara Teluk lain.Jubah tersebut menjadi tanda status bagi individu yang memakainya. Ini juga menjadi alasan seni menjahit bisht merupakan warisan keterampilan dari generasi ke generasi.Indonesia Akan Akhiri Keanggotaan Dewan HAM PBBBahan jubah itu biasanya terbuat dari wol, dengan varian termahal menggunakan bulu unta, llama atau wol kambing.Jubah ini dibuat menggunakan jahitan emas dan perak murni. Harga bisht dibanderol sekitar US$9000 atau sekitar Rp140 juta. **Syafira
Berita Terkait :
- Kenapa Covid China Naik Lagi sampai Warga Positif Diminta Tetap Kerja?0
- Rusia Klaim Tembak Jatuh 4 Rudal Buatan AS0
- Sempat Takut, Fan Perempuan Merasa Aman Nonton Piala Dunia di Qatar0
- Warga Argentina Pesta Baca artikel CNN Indonesia Warga Argentina Pesta Juara Piala Dunia saat Krisi0
- 7 Pemain Muda yang Bersinar di Piala Dunia 2022 0
_Black11.png)








