- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
- Karmila Sari Puji Harmoni Cap Go Meh dan Ramadan di Rohil: Bentuk Penghormatan Sesama
- Anggota DPR RI Hendry Munief Serahkan Mobil Operasional ke DPW PKS Riau
- Pengurus IKA FKIP dan BEM Unri Dilantik
Sekelumit Sejarah Bisht, Jubah Spesial Arab yang Dipakaikan ke Messi

Lionel Messi dipakaikan bisht oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Jakarta, VokalOnline.Com - Saat hendak mengambil Piala Dunia, striker sekaligus kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi tampak terkejut lantaran Emir Qatar memakaikan jubah bisht, Minggu (18/12). Jubah itu berwarna hitam dan di bagian tepi berwarna keemasan. Sontak, momen seremoni tersebut menjadi pembicaraan publik.Sekretaris Jenderal Supreme Committee Delivery & Legacy (SC), Hassan AL Thawadi, pun mengungkapkan alasan pemberian jubah itu."Itu adalah pakaian acara resmi dan dipakai untuk perayaan. Itu dilakukan untuk selebrasi terhadap Messi," ujar Hassan kepada BBC Sport via CNN.Lebih lanjut, ia menerangkan sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022, Qatar melihat kesempatan mempromosikan budaya ke mata dunia.Terlepas dari alasan itu, bagaimana sebetulnya sejarah jubah bisht?Arab News melaporkan jubah bisht hanya dipakai di acara khusus seperti pernikahan. Namun, anggota kerajaan kerap mengenakan jubah itu saat menghadiri acara resmi.Bisht menjadi pilihan pakaian formal bagi para politisi, ulama, dan individu berpangkat tinggi di sejumlah negara, seperti Irak serta negara Teluk lain.Jubah tersebut menjadi tanda status bagi individu yang memakainya. Ini juga menjadi alasan seni menjahit bisht merupakan warisan keterampilan dari generasi ke generasi.Indonesia Akan Akhiri Keanggotaan Dewan HAM PBBBahan jubah itu biasanya terbuat dari wol, dengan varian termahal menggunakan bulu unta, llama atau wol kambing.Jubah ini dibuat menggunakan jahitan emas dan perak murni. Harga bisht dibanderol sekitar US$9000 atau sekitar Rp140 juta. **Syafira
Berita Terkait :
- Kenapa Covid China Naik Lagi sampai Warga Positif Diminta Tetap Kerja?0
- Rusia Klaim Tembak Jatuh 4 Rudal Buatan AS0
- Sempat Takut, Fan Perempuan Merasa Aman Nonton Piala Dunia di Qatar0
- Warga Argentina Pesta Baca artikel CNN Indonesia Warga Argentina Pesta Juara Piala Dunia saat Krisi0
- 7 Pemain Muda yang Bersinar di Piala Dunia 2022 0
_Black11.png)









