- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Tak Peduli Konflik, Warga Aljazair ke Qatar Bela Maroko di Piala Dunia

Jakarta, VokalOnline.Com - Warga Aljazair rela pergi ke Qatar demi mendukung tim nasional Maroko melawan Prancis di semifinal Piala Dunia 2022, Kamis (15/12) dini hari, saat hubungan kedua negara panas.Mereka tak peduli dengan konflik antara negaranya dengan Maroko yang semakin meruncing beberapa tahun belakangan ini.Jelang pertandingan kedua negara itu, lagu kebangsaan Aljazair dan lagu rakyat tradisional menggema di Qatar."Satu, dua, tiga! Viva l'Algerie," demikian nyanyian yang menggema di Doha, seperti dikutip Deutsche Welle, Selasa (13/12).
Melihat antusiasme dari warga Aljazair, warga Maroko menghargai dukungan tersebut. Seorang pendukung skuad Singa Atlas, Ahmed mengaku bertemu banyak penggemar Aljazair yang bertukar bendera dengan dirinya."Semua orang di sini merasa Afrika, semua orang di sini merasa Arab, semua orang merasa luar biasa," kata Ahmed.Pendukung Timnas Maroko lain, Yasmine, mengaku senang melihat banyak warga Aljazair mendukung negaranya."Kita semua bersatu. [Saya] senang melihat semua orang Aljazair mendukung kami di pertandingan ini dengan cara yang sama saat kami mendukung mereka di [Piala Dunia] 2014," jelas perempuan itu.Kehangatan warga Maroko-Aljazair tampak mengejutkan mengingat situasi politik kedua negara tersebut.Pada Agustus 2021 lalu, Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Maroko.Sepekan sebelum pemutusan hubungan, Aljazair menuding Maroko turut berkontribusi dalam kebakaran hutan di negaranya. Imbas kebakaran ini, puluhan ribu hektar hutan hangus, dan 90 orang tewas, termasuk 30 tentara.Algiers menuding kelompok separatis wilayah Berber dan Rabat sebagai dalang kebakaran hutan itu.Mereka juga menuduh kelompok separatis Aljazira yang didukung Maroko, Gerakan Penentuan Nasib Sendiri Kabylie (MAK), terlibat dalam insiden tersebut.Kedua negara juga berselisih soal wilayah yang disengketakan Sahara Barat.Rabat menuduh Algiers mendukung kampanye kelompok separatis di Maroko Front Polisario untuk memproklamirkan kemerdekaan di Sahara Barat. **Syafira
Berita Terkait :
- Polri Akan Limpahkan 2 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakpro ke Kejagung0
- Sempat Jadi Kontributor TVRI, Iptu Umbaran Jalankan Tugas Intelijen 0
- Saksi Beber Hasil Tes Poligraf Kuat Ma ruf: Terindikasi Bohong & Jujur 0
- Raih Penghargaan KIP, PDIP Jadikan Sebagai Cambuk Agar Lebih Baik0
- Sat Reskrim Polres Kuansing Tangkap warga Benai Pelaku Judi Online di Kecamatan Benai 0
_Black11.png)








