- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Temuan Mantra di Rumah Kalideres Tertulis di Atas Secarik Kain

Jakarta, VokalOnline.Com - Polisi menyatakan mantra di rumah satu keluarga Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan tertulis di atas kain, bukan pada kertas atau buku.
"(Mantra ada) di kain, ada beberapa," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Rabu (30/11).
Kendati demikian, Hengki belum menjelaskan lebih lanjut ihwal tulisan mantra tersebut. Termasuk, soal jenis bahasa mantra tersebut.
Empat orang yang merupakan satu keluarga itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11). Keempat korban tewas itu yakni Rudiyanto, Reni Margaretha, Dian, serta Budiyanto.
Hampir tiga pekan penyelidikan, polisi baru berhasil mengungkap bahwa Reni Margaretha telah meninggal dunia sejak bulan Mei. Sedangkan Dian, diduga menjadi orang yang paling terakhir meninggal dunia.
Hengki mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi untuk menyimpulkan penyebab kematian satu keluarga di Kalideres
"Mengenai sebab-sebab kematian, kami sedang menanti hasil dari pemeriksaan patologi anatomi yang saat ini sedang didalami para ahli kedokteran forensik gabungan dari kedokteran forensik Polri maupun RSCM/ Universitas Indonesia," kata Hengki.
Disampaikan Hengki, pihaknya juga masih terus mendalami soal motif kematian para korban lewat metode autopsi psikologis.
"Tim Asosiasi psikologi forensik Masih terus mendalami motif Psikologis kematian melalui otopsi psikologis. Scientific crime investigation selalu menjadi acuan atau metode pembuktian utama," tuturnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan memastikan bahwa kematian satu keluarga di Kalideres itu bukan disebabkan keracunan.
"Kasus Kalideres itu sementara ini yang bisa disampaikan bahwa dalam penyebab kematian empat orang ini dalam satu keluarga itu tidak ditemukan meninggal karena keracunan," kata Zulpan saat dihubungi, Selasa (29/11).
Teranyar, polisi menemukan fakta bahwa salah satu korban tewas bernama Budiyanto disebut aktif melakukan sebuah ritual.
"Bahwa ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada Alm Budiyanto, bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam keterangannya, Selasa (29/11).**Syafira
Berita Terkait :
- Kapolda Riau Dijadwalkan Kunker Ke Polres Rohil0
- Bertemu Panitia di Siak, Rakernas Ke-2 IKA Unri Siap Digelar 10-11 Desember 20220
- Diterima Langsung Bupati Cianjur, Pemprov Riau Serahkan Bantuan Bencana Gempa Rp.676.956.0000
- KPU Bisa Tolak Pasangan Capres Tunggal yang Diusung Seluruh Parpol0
- Skandal Dagang Pacar Remaja HST, Polisi Bekuk Pelaku Terbaru0
_Black11.png)









