- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Viral Orang Utan Kurus Turun ke Jalan Diduga Terusir dari Habitat

Orang utan kurus kering turun ke jalan diduga karena habibatnya dirusak.
Jakarta, VokalOnline.Com - Dua orang utan dalam kondisi kurus kering turun ke jalan diduga di kawasan Sangatta, Kalimantan Timur. Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.
Direktur Save Our Borneo (SOB) Muhammad Habibi menduga habibat orang utan tersebut telah dirusak oleh pemerintah dengan memberikan izin kepada para pengusaha tambang dan perkebunan.
"Orang utan ini terusir dari habitatnya, kuat kemungkinan habitatnya dirusak oleh pemerintah sendiri dengan memberikan izin kepada pengusaha tambang dan perkebunan, atau konsesi akasia," kata Habibi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/9).
Padahal, kata dia, berdasarkan aturan yang berlaku, orang utan merupakan kategori satwa yang mestinya dilindungi oleh negara. Dengan demikian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) perlu melakukan upaya penyelamatan terhadap orang utan tersebut.
"Makanya upaya penyelamatan satwa dilindungi semacam itu dilakukan oleh BKSDA, di bawah KLHK," ujarnya.
Habibi pun mendorong pemerintah untuk menolong orang utan itu dengan menyelamatkan baik fisik maupun psikologi.
"Rescue agar dilakukan pemulihan fisik mau psikologinya," ucap Habibi.
"Kalau dibiarkan berkeliaran, khawatirnya ada manusia yang merasa terancam atau ketakutan, kemudian melakukan usaha untuk melakukan kekerasan terhadap satwa tersebut," sambungnya.
Sebuah video menampilkan dua orang utan yang dinarasikan kelaparan dan kurang nutrisi berkeliaran di jalan kawasan Sangatta, Kalimantan Timur ramai di media sosial.
Orang utan itu saling berdampingan dan perlahan-lahan menyeberangi jalanan sepi bermaterial tanah. Mereka dalam kondisi kurus hingga tulang di bagian punggung terlihat menonjol.(fit)**
Berita Terkait :
- Amien Rais: Hentikan Proyek Rempang Eco City0
- Rasio Asupan Protein Hewani Berperan Penting Cegah Stunting0
- Anies Baswedan Pamer Punya Tim Pemenangan 'Avengers' di Pilpres 20240
- PBNU soal Rempang: Pengambilalihan Tanah Haram Jika Sewenang-wenang0
- Polantas Viral Maki-Ancam Patahkan SIM Pemotor Diperintah Minta Maaf0
_Black11.png)









