- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
- UAS Dorong Media Berintegritas untuk Berkontribusi bagi Perubahan Umat
- JMSI Riau Serahkan Anugerah Voice of The Ummah kepada UAS
- Safari Dakwah Bersama Koh Dennis Lim, Hadirkan Tiga Tema Penguatan Diri dan Peran Masjid
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
Viral Orang Utan Kurus Turun ke Jalan Diduga Terusir dari Habitat

Orang utan kurus kering turun ke jalan diduga karena habibatnya dirusak.
Jakarta, VokalOnline.Com - Dua orang utan dalam kondisi kurus kering turun ke jalan diduga di kawasan Sangatta, Kalimantan Timur. Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.
Direktur Save Our Borneo (SOB) Muhammad Habibi menduga habibat orang utan tersebut telah dirusak oleh pemerintah dengan memberikan izin kepada para pengusaha tambang dan perkebunan.
"Orang utan ini terusir dari habitatnya, kuat kemungkinan habitatnya dirusak oleh pemerintah sendiri dengan memberikan izin kepada pengusaha tambang dan perkebunan, atau konsesi akasia," kata Habibi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/9).
Padahal, kata dia, berdasarkan aturan yang berlaku, orang utan merupakan kategori satwa yang mestinya dilindungi oleh negara. Dengan demikian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) perlu melakukan upaya penyelamatan terhadap orang utan tersebut.
"Makanya upaya penyelamatan satwa dilindungi semacam itu dilakukan oleh BKSDA, di bawah KLHK," ujarnya.
Habibi pun mendorong pemerintah untuk menolong orang utan itu dengan menyelamatkan baik fisik maupun psikologi.
"Rescue agar dilakukan pemulihan fisik mau psikologinya," ucap Habibi.
"Kalau dibiarkan berkeliaran, khawatirnya ada manusia yang merasa terancam atau ketakutan, kemudian melakukan usaha untuk melakukan kekerasan terhadap satwa tersebut," sambungnya.
Sebuah video menampilkan dua orang utan yang dinarasikan kelaparan dan kurang nutrisi berkeliaran di jalan kawasan Sangatta, Kalimantan Timur ramai di media sosial.
Orang utan itu saling berdampingan dan perlahan-lahan menyeberangi jalanan sepi bermaterial tanah. Mereka dalam kondisi kurus hingga tulang di bagian punggung terlihat menonjol.(fit)**
Berita Terkait :
- Amien Rais: Hentikan Proyek Rempang Eco City0
- Rasio Asupan Protein Hewani Berperan Penting Cegah Stunting0
- Anies Baswedan Pamer Punya Tim Pemenangan 'Avengers' di Pilpres 20240
- PBNU soal Rempang: Pengambilalihan Tanah Haram Jika Sewenang-wenang0
- Polantas Viral Maki-Ancam Patahkan SIM Pemotor Diperintah Minta Maaf0
_Black11.png)









