- Dekat Tanpa Jarak: Aiptu Hendrick Jadi Sahabat Petani di Dusun Sentosa
- Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan, Aiptu Untung Rutin Cek Perkembangan Bank Pohon
- Polsek GAS Perkuat Sinergi dengan Petani Jagung Rambaian Demi Ketahanan Pangan
- Polsek GAS Dukung SMU IT Teluk Sungka Kelola Kebun Ketahanan Pangan
- Pancawaskita Mitra Agrinas Jalin Kebersamaan dengan Talang Mamak melalui Program Sosial
- AIPDA Ronal Soadoan Apresiasi Warga Tanam Sayur, Kunyit, dan Serai di Halaman Rumah
- Polsek Keritang Beri Motivasi BUMDes Rasau Kuning, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
- Briptu Pirima Edukasi Warga Tuasan Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan
- Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional dan Ziarah Nasional
- Khidmat dan Kebersamaan Warnai Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Riau Kompleks
Viral Ular Piton Putih Langka Ditemukan di Kebun Sawit Riau, Warganet Soroti Nilai Fantastisnya
Riau, VokalOnline.Com - Penampakan seekor ular piton putih langka di sebuah kebun sawit di Riau menghebohkan jagat media sosial. Ular dengan nama latin Python reticulatus tersebut tampak berbeda dari piton pada umumnya karena memiliki warna kulit putih bersih, namun bukan termasuk kategori albino.
Keunikan warna tubuhnya membuat ular tersebut terlihat mencolok dan dinilai sangat jarang ditemukan di alam liar. Hal inilah yang memicu perhatian luas dari warganet.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @mustofiq_wae pada Rabu (14/1/2026), terlihat ular piton putih itu sedang melingkar dan berdiam diri di bawah tumpukan daun kelapa kering di antara semak-semak perkebunan sawit.
Seorang pria berbaju biru tampak perlahan membuka daun kering tersebut untuk memastikan keberadaan ular yang disebut-sebut “sedang bertapa” oleh warganet.
“Asli nyata, bukan rekayasa. Ini yang masih penasaran sama penampakan ular piton putih yang sedang bertapa di perkebunan sawit Riau,” tulis pemilik akun dalam keterangan video.
Unggahan tersebut langsung menuai beragam komentar. Sejumlah warganet menyarankan agar ular langka itu tidak dipelihara, melainkan dijual karena diyakini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
“Jangan dipelihara, lebih baik dijual aja,” tulis akun @okiyudi**.
“30 juta ini jadi duit,” komentar @adam.n**.
“Mahal tuh bang,” timpal @fajarputraf**.
Hingga kini, video tersebut terus dibagikan dan menjadi perbincangan hangat warganet, baik karena kelangkaan ular piton putih tersebut maupun potensi nilai ekonominya. (*)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









