- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
Waspada Karhutla, Bupati Minta Masyarakat Lebih Waspada
Infotorial Pemkab Siak

TEKS FOTO : Bupati Siak Alfedri mengecek peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
SIAK, VokalOnline.Com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2024 akan lebih kering daripada tahun sebelumnya.
Berkenaan dengan hal itu, maka pencegahan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memerlukan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak.
Sejumlah upaya untuk mencegah Karhutla, seperti patroli terpadu, sosialisasi, dan langkah lainnya harus terus dilakukan.
"Apalagi dengan kondisi prakiraan BMKG yang menyatakan musim kemarau tahun ini akan lebih kering. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi semua, terutama kaitannya dengan potensi terjadinya karhutla," kata Bupati Siak Alfedri dikutip Kamis (21/3/2024).
Selain itu, Bupati Siak juga memandang penting untuk terus mengedukasi masyarakat dan menyediakan sarana serta prasarana penanggulangan Karhutla.
"Kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat atau mengetahui adanya potensi terjadinya Karhutla," ajaknya.
Dalam hal ini, Kapolres Siak, Asep Sujarwadi juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada karhutla.
"Dalam situasi ini, semua pihak, termasuk jajaran TNI Polri, sukarelawan, pemda, serta perangkat kecamatan, kelurahan, dan desa diminta untuk melaksanakan siaga satu," imbuhnya.
Bupati Alfedri meminta masyarakat waspada terhadap potensi Karhutla.
"Apalagi dengan kondisi prakiraan BMKG yang menyatakan musim kemarau tahun ini akan lebih kering. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi semua, terutama kaitannya dengan potensi terjadinya karhutla," ujarnya.
Dalam upaya mencegah Karhutla, Bupati Siak menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari semua pihak. Langkah-langkah seperti patroli terpadu, sosialisasi, dan upaya lainnya harus terus dilakukan secara intensif.
Tak hanya itu, Bupati Siak juga menyoroti perlunya pendidikan dan penyediaan sarana serta prasarana penanggulangan Karhutla.
"Kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat atau mengetahui adanya potensi terjadinya Karhutla," tambahnya.
Mengamini seruan tersebut, Kapolres Siak, Asep Sujarwadi, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi Karhutla.
"Dalam situasi ini, semua pihak, termasuk jajaran TNI Polri, sukarelawan, pemda, serta perangkat kecamatan, kelurahan, dan desa diminta untuk melaksanakan siaga satu," tandasnya.
Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, diharapkan potensi terjadinya Karhutla dapat diminimalisir sehingga kerugian bagi lingkungan dan masyarakat dapat dicegah. Peran serta aktif semua pihak menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana Karhutla di masa mendatang.***
Berita Terkait :
_Black11.png)









