- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
3 Warga Banten Tersangka Promosi Judi Online, Dibayar Rp4,9-25 Juta

Diduga promosikan judi online melalui media sosial (medsos), tiga orang ditangkap Ditreskrimsus Polda Banten,
Serang, VokalOnline.Com - Ditreskrimsus Polda Banten menangkap tiga tersangka yang diduga mempromosikan judi online via media sosial (medsos) dari dua wilayah pada pekan ini.
Mereka yang ditangkap adalah perempuan berinisial NR (24), pria berinisial FY (25), dan pria berinisial SR (20). Mereka ditangkap dari daerah Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, Banten.
NR merupakan warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Sementara FY warga Balaraja, Kabupaten Tangerang. Lalu SR adalah Warga Cisoka ,Kabupaten Tangerang.
"Modus para pelaku adalah mempromosikan iklan judi Online melalui instastory instagram maupun melalui bio instagram," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto, Rabu (27/9).
Akun Instagram para pelaku juga turut disita polisi sebagai barang bukti. Selain itu, ponsel para tersangka juga turut dibawa Ditreskrimsus Polda Banten, untuk dilakukan pemeriksaan.
"Dari hasil pemeriksaan, NR mendapatkan keuntungan sebesar Rp4,9 juta selama 3 bulan, FY mendapatkan Rp16 juta selama 1,5 tahun dan SR mendapatkan keuntungan sebesar Rp25 juta 1 tahun 9 bulan," ujar Didik.
Para tersangka kini ditahan di Mapolda Banten untuk dilakukan pemeriksaan sebelum diserahkan ke jaksa buat diseret ke pengadilan.
Jika terbukti di pengadilan, mereka terancam penjara enam tahun, serta denda Rp 1 miliar.
"Pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar Wadirkrimsus Polda Banten AKBP Sigit Haryono, Rabu.
Bukan hanya kalangan warga biasa yang kerap mempromosikan judi online di media sosial mereka. Sejumlah pesohor atau influencer di media sosial juga diduga pernah mempromosikan judi online ini.
Namun sejauh ini belum ada dari kalangan artis atau orang ternama yang jadi tersangka. Kebanyakan para artis ini berdalih mereka juga jadi korban atau dijebak untuk mempromosikan judi online yang dikira adalah game online.(fit)**
Berita Terkait :
- Kapolres Sebut Kasus Bully di Cilacap Jadi Perhatian UNESCO0
- Saksi Ungkap Duit Dana Taktis Rafael Alun sebagai Konsultan Pajak0
- Rapat TPN Ganjar, Megawati Disebut Bicara soal Dansa Politik0
- Polsek Rangsang Barat Ringkus Seorang Terduga Pengedar Sabu0
- Polda Riau Musnahkan 9 Kilo Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi0
_Black11.png)








